Guru MTsN 2 Banyumas Menjadi Narasumber Bimtek PKB
Oleh MTSN2 Banyumas
Banyumas – Salah satu guru MTs Negeri 2 Banyumas, Sri Indriyati dberi kepercayaan sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Substantif Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang digelar oleh MTs Negeri 4 Cilacap pada Kamis (16/06/2022). Kegiatan Bimtek Substantif Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Tenaga Pendidik MTsN 4 Cilacap diikuti oleh 47 peserta yang bertempat di RM Mbak Rum Kroya Cilacap.
Sri Indriyati yang juga merupakan Koordinator PKB MTs Negeri 2 Banyumas dan Fasda PKB Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Banyumas memaparkan presentasinya terkait dengan materi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Apa dan Bagaimana melaksanakannya).
Dalam paparannya, Indri mengulas tentang Kegiatan PKB yang meliputi unsur Pengembangan diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovasi. "Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi seorang guru. PKB juga merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional sehingga PKB merupakan hal yang sangat penting dan harus dikuasai setiap guru, demi peningkatan karier ke depannya," ujar Indri.
"Alhamdulillah saya diberi amanah untuk mengisi kegiatan yang bertajuk Bimbingan Teknis Substantif Bagi Guru MTsN 4 Cilacap. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya, dan Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan lancar," ungkap Indri kepada tim web MTsN 2 Banyumas.
Kepala MTsN 2 Banyumas, Atik Restusari sangat apresiatif atas keterlibatan salah satu guru MTsN 2 Banyumas yang merupakan Koordinator PKB di madrasah. Atik juga menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh MTsN 4 Cilacap merupakan sebuah prestasi bagi MTsN 2 Banyumas. Hal ini berarti kompetensi guru dari MTsN 2 Banyumas diakui, juga dipandang pantas untuk menjadi narasumber Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. "Saya selalu mendukung para guru untuk mengembangkan diri menuju guru profesional. Semoga ilmu yang telah diperoleh dan diimbaskan kepada rekan-rekan dapat pula diterapkan di madrasah sehingga pada akhirnya para pesdik menjadi lebih semangat dalam belajar. Muara akhirnya tentu saja prestasi pesdik akan terus meningkat,” harap Atik. (TimwebMTsN2BmsNgeTOP)
