Hadir di Tengah Duka Warga, Penyuluh KUA Gumelar Beri Edukasi Keagamaan Lewat Tausiyah Takziah

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar – Peran Penyuluh Agama Islam di tingkat tapak tidak hanya terbatas pada mimbar-mimbar peribadatan formal semata. Sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat, penyuluh agama dituntut hadir dalam setiap dinamika sosial kemasyarakatan, termasuk saat warga sedang mengalami masa-masa sulit atau berduka. Rabu (01/07)

Hal ini dibuktikan secara konsisten oleh Kambali, salah satu Penyuluh Agama Islam fungsional pada Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar. Di sela-sela kesibukan dinasnya, ia secara aktif meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, siraman rohani, serta tausiyah dalam setiap acara takziah atau belasungkawa di berbagai wilayah desa se-Kecamatan Gumelar.

Kehadiran Kambali di rumah duka bukan sekadar pelengkap prosesi pemakaman. Tausiyah takziah yang disampaikannya membawa misi penting yang mencakup aspek spiritual, edukasi, hingga sosial, di antaranya:

  • Memberikan Penghiburan (Tasliyah): Menjadi pilar penguat hati bagi pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah, sabar, dan ikhlas dalam menerima ketetapan serta musibah kematian dari Allah SWT.

  • Mengingatkan Hakikat Kematian: Menjadi alarm spiritual bagi para pelayat yang hadir mengenai hakikat kehidupan dunia yang fana dan sementara, sekaligus menekankan pentingnya mempersiapkan bekal iman sebelum maut menjemput.

  • Mempererat Tali Silaturahmi: Menjadi jembatan yang memperkokoh persaudaraan (ukhuwah) antarwarga di Kecamatan Gumelar melalui dukungan moril dan keagamaan di saat-saat penuh kesedihan.

  • Edukasi Keagamaan secara Langsung: Menyampaikan pesan moral terkait adab berduka menurut syariat Islam, tata cara tata kelola jenazah yang benar, hingga keutamaan mendoakan ahli kubur.

Aktivitas turun ke lapangan yang rutin dilakukan ini merupakan implementasi nyata dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Penyuluh Agama Islam. Kehadiran tokoh agama di momen-momen emosional seperti ini terbukti mampu memberikan ketenangan psikologis sekaligus bimbingan keagamaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat awam.

Melalui langkah konsisten ini, KUA Gumelar di bawah naungan Kemenag Banyumas berkomitmen untuk terus menempatkan personelnya sebagai pelayan masyarakat yang responsif. Kehadiran para penyuluh ini diharapkan mampu membawa dampak kedamaian dan kemanfaatan nyata, baik dalam suasana suka maupun duka.