Hadiri Haflah Akhirussanah MTsN 2 Banyumas, Kakan Kemenag Banyumas Bedah Filosofi Al-Hikam Teori Kepemimpinan Global
Oleh HUMAS
Tambak – Suasana megah dan padat bak pusat perbelanjaan (mall) mewarnai gelaran Haflah Akhirussanah MTsN 2 Banyumas. Acara pelepasan siswa-siswi ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Tambak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh wali murid dan civitas akademika madrasah. Rabu (03/06)
Hadir memberikan pembinaan secara langsung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin. Dalam sambutannya yang sarat akan makna spiritual dan motivasi, Kakankemenag mengupas tuntas esensi ujian hidup, karakter kepemimpinan, hingga tipologi guru dan orang tua dalam mendidik generasi bangsa.
Di hadapan ratusan jamaah yang hadir, Ibnu Asaddudin menyitir mahakarya ulama besar Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakamandari, yaitu Kitab Al-Hikam. Beliau menegaskan bahwa setiap tantangan dan kesulitan hidup yang dihadapi manusia pada hakikatnya adalah "cermin" yang telah dirancang oleh Allah SWT.
"Kesulitan hidup itu hadir untuk melatih jiwa, menghapus kelalaian, dan meningkatkan derajat spiritual manusia agar kita tidak terperdaya oleh gemerlapnya dunia," tutur Ibnu.
Beliau kemudian membacakan Hikmah ke-72 dari kitab tersebut:
??????????? ???????? ?????????? ??????????? ???????? ??????????
"Berbagai macam amal itu disebabkan karena beragamnya keadaan yang masuk ke dalam hati."
Melalui bait ini, beliau berpesan agar para lulusan madrasah senantiasa menjaga kejernihan hati agar amal perbuatan yang lahir di tengah masyarakat nantinya selalu bernilai kebaikan.
Tak hanya memberikan wejangan spiritual, Kakankemenag juga membakar semangat Kepala MTsN 2 Banyumas dengan menukil kutipan legendaris dari tokoh militer dunia, Napoleon Bonaparte, mengenai pentingnya karakter seorang pemimpin (leadership).
"If you build an army of 100 lions and their leader is a dog, in any fight, the lions will die like a dog. But if you build an army of 100 dogs and their leader is a lion, all dogs will fight as a lion." (Jika Anda membangun pasukan yang terdiri dari 100 ekor singa tetapi dipimpin oleh seekor anjing, maka dalam pertempuran apa pun, singa-singa itu akan mati seperti anjing. Namun, jika Anda membangun pasukan dari 100 ekor anjing dan dipimpin oleh seekor singa, maka seluruh anjing akan bertarung layaknya seekor singa).
Ibnu berharap Kepala MTsN 2 Banyumas mampu menjadi sosok "Singa" yang tangguh, visioner, dan mampu membawa seluruh elemen madrasah bergerak maju meraih prestasi tertinggi.
Menutup arahannya, Kakan Kemenag memetakan realitas sosial di lingkungan pendidikan menjadi dua poin refleksi penting bagi wali murid dan para pendidik yang hadir:
4 Jenis Karakter Wali Murid:
-
Wali murid yang selalu membela anaknya dalam situasi apa pun.
-
Wali murid yang selalu mengeluh dan curhat mengenai perkembangan anak.
-
Wali murid yang selalu memberikan perhatian penuh pada pendidikan anak.
-
Wali murid yang selalu masa bodoh (apatis) terhadap proses belajar anak.
4 Tipe Guru dalam Mengajar:
-
Medium Teacher: Hanya sebatas memberi tahu (Just Tell).
-
Good Teacher: Mampu menjelaskan dengan baik (Explain).
-
Excellence Teacher: Mampu memberikan contoh dan mendemonstrasikan (Demonstrate).
-
GREAT Teacher: Guru agung yang mampu menginspirasi dan menggerakkan hati muridnya (Inspiring).
Beliau mengajak para guru di MTsN 2 Banyumas untuk terus bermutasi menjadi Great Teacher yang tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menginspirasi karakter siswa.
Acara Haflah Akhirussanah ini berjalan dengan penuh haru dan kegembiraan, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan masa depan para siswa-siswi yang telah lulus.
