Pentingnya Belajar Agama Melalui Bimbingan dan Penyuluhan

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus bergerak aktif melakukan pendampingan dan edukasi keagamaan di tengah masyarakat. Kali ini, langkah syiar tersebut menyasar jamaah Majelis Taklim Nur Rokhim yang bertempat di Grumbul Bulurempag, Desa Pengadegan. Dalam pertemuan tatap muka yang dihadiri oleh puluhan jamaah setempat, penyuluh mengangkat tema strategis yang sangat relevan dengan dinamika zaman saat ini, yaitu "Pentingnya Belajar Agama Melalui Bimbingan dan Penyuluhan". Rabu (03/06)

Di tengah derasnya arus informasi di era digital, masyarakat kini dihadapkan pada kemudahan akses untuk belajar agama secara mandiri melalui media sosial. Namun, kemudahan tersebut dinilai menyimpan risiko besar berupa pemahaman yang sepotong-sepotong jika tidak dibarengi dengan bimbingan dari guru atau penyuluh yang kompeten. Oleh karena itu, kehadiran penyuluh agama ke majelis-majelis taklim menjadi benteng krusial agar umat mendapatkan pemahaman keagamaan yang utuh, moderat, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Penyuluh Agama KUA Wangon, Joharulloh, yang hadir sebagai pemateri utama menegaskan bahwa syarat mutlak untuk memperoleh kesempurnaan dan keberkahan ilmu adalah dengan adanya guru yang membimbing. Keberadaan guru atau penyuluh berfungsi sebagai penunjuk jalan yang lurus (irsyadu ustazin), sekaligus penyaring agar masyarakat tidak salah dalam menafsirkan dalil-dalil agama yang berpotensi memicu kekeliruan dalam beribadah maupun bermasyarakat.

"Belajar ilmu agama itu tidak bisa dilakukan secara instan atau sekadar berguru pada layar gawai tanpa kejelasan sanad keilmuan. Kehadiran bimbingan dan penyuluhan secara langsung seperti di Majelis Taklim Nur Rokhim Bulurempag ini sangat penting. Di sini, kita tidak hanya mentransfer teks ilmu, tetapi juga ada dialog, ada keteladanan adab, serta ada proses pelurusan pemahaman jika terjadi kekeliruan agar kita terhindar dari pemikiran yang ekstrem," papar Joharulloh di sela-sela penyuluhannya.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan ruang diskusi interaktif, di mana para jamaah diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkonsultasi mengenai persoalan hukum Islam sehari-hari. Melalui program penyuluhan yang turun langsung ke kantong-kantong pemukiman warga seperti di Bulurempag ini, KUA Wangon berharap dapat terus merawat nalar keagamaan umat yang sehat serta mewujudkan lingkungan masyarakat yang religius, harmonis, dan rukun. (jhr)