Harta Melimpah Rumah Megah Tetapi Mengapa Hati Tetap Gelisah
Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah melalui materi bertajuk “Harta Melimpah, Rumah Megah, tetapi Mengapa Hati Tetap Gelisah?”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan jamaah tentang hakikat kekayaan, keberkahan rezeki, dan sumber ketenangan jiwa melalui pendekatan ceramah yang reflektif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. (Rabu, 4/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah menjelaskan bahwa harta, jabatan, dan kemewahan hanyalah sarana kehidupan, bukan jaminan kebahagiaan. Ketenangan sejati tumbuh dari hati yang senantiasa bersyukur, menerima ketetapan Allah, serta menjadikan rezeki sebagai jalan untuk beribadah dan berbagi kepada sesama.
Ia juga mengajak jamaah menumbuhkan sikap qanaah, menghindari keserakahan, dan tidak terjebak dalam perlombaan mengejar kemewahan dunia. Sebab, sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, tidak akan pernah cukup bagi hati yang kehilangan rasa syukur. Sebaliknya, hati yang dekat dengan Allah akan menemukan kebahagiaan meskipun hidup dalam kesederhanaan.
Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa keberkahan lebih berharga daripada sekadar kelimpahan harta. Kekayaan sejati bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa tenteram hati dalam mensyukuri dan memanfaatkannya.(tum)
