Ibu-Ibu MT RA Diponegoro 233 Klapagading Konsultasikan Penanganan Anak Remaja kepada Penyuluh KUA Wangon
Banyumas — Ibu-ibu jamaah Majelis Taklim (MT) RA Diponegoro 233 Klapagading, Kecamatan Wangon, memanfaatkan kegiatan majelis taklim sebagai sarana konsultasi mengenai pengasuhan dan penanganan anak yang mulai memasuki usia remaja. Konsultasi tersebut membahas tantangan orang tua dalam mendampingi anak, terutama terkait pola pergaulan dan kecenderungan anak mencari sosok idola yang dapat memengaruhi perilaku serta pembentukan karakternya. Rabu (14/10)
Dalam konsultasi tersebut, para ibu menyampaikan kekhawatiran tentang pergaulan anak remaja di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial. Pada masa pencarian jati diri, anak cenderung ingin diterima oleh kelompoknya dan mengidolakan figur tertentu. Kondisi ini membutuhkan perhatian orang tua agar anak mampu membedakan pengaruh positif dan negatif, sekaligus tetap memiliki pegangan nilai agama dan akhlak yang baik.
Salah seorang ibu jamaah MT RA Diponegoro 233 Klapagading mengungkapkan bahwa mendampingi anak remaja memiliki tantangan tersendiri. “Sebagai orang tua, kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Namun, kami terkadang bingung menghadapi perubahan sikap mereka, terutama dalam memilih teman bergaul dan mengikuti sosok yang diidolakan. Kami membutuhkan arahan agar bisa mendampingi mereka tanpa harus selalu menggunakan cara yang keras,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Zainur, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, keteladanan, dan pendampingan orang tua. “Anak remaja sedang berada dalam proses mencari jati diri. Orang tua perlu hadir sebagai sahabat yang mau mendengarkan, bukan hanya sebagai pihak yang melarang. Arahkan anak untuk memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan menjadikan figur yang berakhlak baik sebagai teladan. Pendekatan dengan kasih sayang, dialog, serta penguatan nilai-nilai agama akan membantu anak mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.
Melalui konsultasi ini, diharapkan ibu-ibu jamaah MT RA Diponegoro 233 Klapagading semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mendampingi perkembangan anak remaja. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan mencari solusi atas persoalan keluarga. KUA Wangon melalui peran Penyuluh Agama Islam terus mendorong penguatan ketahanan keluarga agar orang tua mampu mendidik generasi muda yang berakhlak mulia, bijak dalam pergaulan, dan memiliki kepribadian yang kuat.(srf)
