HUT RI #81

Penyuluh KUA Momong Ngaji Santri Balita TPQ Kemala Bhayangkari 13 Wangon

K
KUA Wangon
14 Okt 2026
8x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 14-10-2026 15:45
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menunjukkan kepedulian dan kesabaran dalam mendampingi santri balita belajar mengaji di TPQ Kemala Bhayangkari 13 Wangon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan pendekatan yang ramah, penuh kasih sayang, dan menyenangkan, anak-anak diajak mengenal huruf hijaiyah serta belajar agama sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Rabu (14/10)

Mendampingi anak-anak usia balita tentu membutuhkan kesabaran ekstra. Pada usia ini, santri masih senang bermain, bergerak, dan memiliki rentang perhatian yang relatif singkat. Karena itu, proses belajar mengaji dilakukan dengan suasana yang santai dan bersahabat. Penyuluh Agama berusaha menciptakan lingkungan belajar yang membuat anak-anak merasa nyaman, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa takut atau tertekan.

Fidoh, salah satu Penyuluh Agama KUA Wangon, menyampaikan bahwa mendampingi santri balita mengaji merupakan kegiatan yang membutuhkan ketelatenan dan kasih sayang. “Momong ngaji anak-anak balita itu harus penuh kesabaran. Mereka tidak bisa dipaksa untuk langsung memahami semuanya. Kita perlu mendampingi dengan kelembutan, mengajak mereka belajar sambil bermain, dan memberikan apresiasi atas setiap kemajuan kecil yang mereka tunjukkan,” ungkap Fidoh.

Menurut Fidoh, pendidikan agama sejak usia dini bukan hanya tentang kemampuan membaca huruf hijaiyah, tetapi juga membangun kedekatan anak dengan nilai-nilai Islam. Melalui kebiasaan berdoa, mendengarkan bacaan Al-Qur’an, belajar sopan santun, dan mengenal akhlak mulia, diharapkan tumbuh fondasi keagamaan yang kuat dalam diri anak. Dukungan pengelola TPQ dan orang tua juga sangat penting agar pembiasaan baik yang diajarkan di tempat mengaji dapat diteruskan di rumah.

Kegiatan pendampingan santri balita di TPQ Kemala Bhayangkari 13 Wangon ini menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama KUA Wangon dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk generasi paling muda. Dengan semangat pengabdian dan kesabaran, para penyuluh berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki dasar keimanan yang baik sejak dini.(srf)