Integrasi Lintas Sektoral Dalam Tanggap Bencana Di Kabupaten Banyumas
Purwokerto (Humas) – Sinergi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama di Kecamatan Purwokerto Selatan semakin diperkuat melalui kegiatan simulasi penanganan korban bencana alam yang diinisasiasi oleh Polsek Purwokerto Selatan. Simulasi diadakan di Gedung Kantor Kecamatan Purwokerto Selatan, melibatkan stakeholder yang ada seperti Polsek Purwokerto Selatan, Koramil Purwokerto Selatan, Puskesmas Purwokerto Selatan , KUA Purwokerto Selatan , Kantor Kecamatan Purwokerto Selatan dan stakeholder yang lain. Senin (08/12)
Kegiatan simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan seluruh elemen masyarakat dan instansi dalam menghadapi situasi darurat bencana, di bawah koordinasi Polsek purwokerto Selatan, skenario respons darurat diaktifkan, melibatkan evakuasi, pendirian posko, hingga manajemen korban. Kehadiran para penyuluh agama dalam simulasi lintas sektoral ini menyoroti dimensi penting dalam penanganan bencana yakni aspek mental dan spiritual korban.
Danramil Purwokerto Selatan, Kapten CBA Putut Pringgodigdo disela sela kegiatan simulasi menyatakan bahwa rapat koordinasi penanggulangan bencana dan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana yang digelar oleh Polsek Purwokerto Selatan dengan melibatkan seluruh Stakeholder di Kecamatan Purwokerto Selatan merupakan kegiatan yang sangat positif dan merupakan bagian dari mitigasi bencana
" Dengan digelarnya kegiatan tersebut maka setiap stakeholder mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan, dalam kegiatan tersebut, telah disepakati dan ditentukan jika terjadi bencana maka dimana titik pengungsian, pendirian dapur umum, kemana korban dievakuasi dan sebagainya." ujarnya
Sementara itu galam sesi latihan, para penyuluh agama berinteraksi langsung dengan peserta yang berperan sebagai penyintas bencana. Mereka fokus pada teknik trauma healing sederhana, konseling awal, dan penguatan mental berbasis nilai-nilai keagamaan untuk membantu proses pemulihan psikologis.
"Kami ingin memastikan bahwa dalam situasi krisis, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan logistik dan medis, tetapi juga pendampingan jiwa yang esensial, Peran penyuluh agama adalah menjembatani kebutuhan spiritual tersebut, memberikan ketenangan di tengah kepanikan." ujar Indra selaku Penyuluh Agama Islam.
Latihan gabungan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melibatkan semua potensi sumber daya manusia, termasuk para penyuluh agama, sebagai bagian integral dari sistem mitigasi dan respons bencana di Banyumas. (yud/AIW)
