Isi Kajian di MT Nurfalah Cihonje, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah Jadikan Sholat Sebagai Cahaya Kehidupan
Oleh HUMAS
Gumelar – Sebagai upaya memperkuat spiritualitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas ibadah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumelar, Kambali, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurfalah, wilayah RW 09, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Dalam kajian tersebut, ia memaparkan materi mendalam bertajuk "Menjadikan Sholat Sebagai Cahaya Kehidupan". Senin (13/07)
Mengawali penyuluhan dengan penuh khidmat, Kambali mengingatkan kembali kepada para jamaah mengenai kedudukan krusial ibadah sholat dalam Islam. Merujuk pada hadis Nabi, ia menekankan bahwa sholat adalah tiang agama (Ash-sholatu 'imaduddin), di mana siapa pun yang menegakkannya, maka ia telah ikut kokoh menegakkan agamanya.
Dalam inti paparannya, Kambali menguraikan beberapa poin penting mengenai esensi sholat yang harus dipahami oleh setiap muslim:
-
Sarana Pendekatan Diri: Sholat sejatinya bukanlah sekadar rutinitas formalitas untuk menggugurkan kewajiban, melainkan media komunikasi spiritual langsung antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.
-
Penenang Jiwa di Tengah Keresahan: Mengutip Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd ayat 28, sholat yang dilaksanakan secara khusyuk dapat menjadi obat penawar bagi keresahan hidup dan kepenatan kesibukan sehari-hari.
-
Benteng dari Perbuatan Keji dan Mungkar: Sholat yang benar akan memberikan dampak moral positif. Apabila seseorang rajin sholat namun perilakunya belum baik, maka kualitas khusyuk dan tumaninah dalam sholatnya perlu dievaluasi dan diperbaiki.
-
Melatih Kedisiplinan Waktu: Ritme sholat lima waktu secara tidak langsung melatih umat untuk hidup tertib, disiplin, serta menghargai waktu dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Kambali mengajak khususnya warga RW 09 Desa Cihonje untuk mengimplementasikan nilai-nilai sholat dalam kehidupan sosial. Ibadah sholat diharapkan dapat dimaksimalkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga melalui sholat berjamaah di masjid atau musholla, menjadi media pendidikan utama yang konsisten di dalam keluarga, serta menjadi momentum refleksi diri harian.
Acara penyuluhan keagamaan ini ditutup dengan kesimpulan ajakan untuk terus memperbaiki kualitas sholat agar kelak menjadi cahaya di alam kubur dan penolong di hari kiamat. Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama, memohon agar jamaah MT Nurfalah senantiasa diberikan keistiqomahan dalam beribadah serta keberkahan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di Desa Cihonje.
