Jadikan Kepemimpinan sebagai Sarana Spiritual, Tiga Kepala KUA di Kabupaten Banyumas Resmi Dilantik
Oleh HUMAS
Purwokerto – Suasana khidmat dan sarat nilai spiritual mewarnai prosesi pelantikan sejumlah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Indonesia yang digelar secara daring dan luring. Di Kabupaten Banyumas, prosesi pelantikan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan setempat. Kamis (04/06)
Tiga Kepala KUA dari Kabupaten Banyumas yang resmi dilantik hari ini adalah Kano Waluyo, Heru Purwanto, dan Isnaeni.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin. Dalam pengarahannya, Kamaruddin menegaskan bahwa KUA adalah garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, integritas dan transformasi layanan digital harus menjadi prioritas utama.
Usai pelantikan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan pesan mendalam kepada para pejabat yang baru dilantik. Ibnu menekankan pentingnya memaknai jabatan baru ini bukan sekadar sebagai hierarki kekuasaan, melainkan sebagai media peningkatan spiritualitas.
"Jadikan kepemimpinan ini sebagai sarana spiritual atau ibadah. Ketika kita meniatkan jabatan untuk beribadah, maka setiap kebijakan yang diambil akan bermuara pada kebaikan," ujar Ibnu di ruang rapat Kankemenag Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu mengutip narasi filosofis dari Kitab Al-Hikam mengenai enam tugas dan sifat esensial yang wajib diemban oleh seorang pemimpin:
-
Orientasi kepada Allah (Tawajjuh Ilallah): Tugas utama pemimpin adalah menundukkan kekuasaannya semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT. Pemimpin yang baik menyadari bahwa jabatan hanyalah amanah untuk menegakkan keadilan dan kemaslahatan.
-
Menjadi Teladan Spiritual: Pemimpin harus memiliki daya tarik moral dan spiritual, yang membuat orang lain menghormatinya bukan karena takut, melainkan karena kualitas akhlak, keteladanan, dan kebijaksanaannya.
-
Membawa Kemaslahatan (Tabligh): Pemimpin bertugas menyampaikan gagasan dengan jelas, mengarahkan rakyat menuju kebaikan, serta membawa kemaslahatan untuk umat.
-
Memahami Kapasitas Diri (Fathanah): Pemimpin harus mengerti tugas dan tanggung jawab yang ia emban serta memiliki kecakapan dalam mengambil keputusan.
-
Bijak dalam Menempatkan Posisi (Syahwah dan Himmah): Pemimpin yang bijak adalah mereka yang paham kapan harus terjun langsung mengurusi urusan dunia/rakyat (dunia asbab) dan kapan harus fokus pada peningkatan kualitas spiritual dan ibadahnya.
-
Keadilan dan Pelayanan: Bertugas untuk melayani dan memberikan perhatian kepada rakyat dengan sungguh-sungguh, serta memperlakukan masyarakat secara adil.
Melalui momentum pelantikan ini, diharapkan ketiga Kepala KUA yang baru di wilayah Banyumas dapat segera beradaptasi, melakukan inovasi di wilayah kerja masing-masing, serta mampu mengejawantahkan nilai-nilai spiritual tersebut dalam bentuk pelayanan publik yang prima dan bersih.
