Menyalakan Pelita Ilmu di Tengah Masyarakat, Penyuluh Agama KUA Jatilawang Kaji Adabul

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - Semangat menuntut ilmu dan membangun adab dalam proses pembelajaran menjadi pokok bahasan dalam kajian kitab Adabul 'Alim Wal Muta'allim karya Hadratusyyaikh K.H. M. Hasyim Asy'ari yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang di Balai Nikah KUA Jatilawang. Kamis (04/06)

Kajian tersebut mengangkat salah satu nasihat berharga yang diriwayatkan dari Sayyidina Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, bahwa menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Dalam riwayat tersebut disebutkan, “Pelajarilah ilmu pengetahuan, karena mempelajarinya adalah suatu kebajikan, mencarinya adalah suatu ibadah, mendiskusikannya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, menyerahkannya adalah upaya pendekatan diri kepada Allah SWT dan mengajarkannya kepada orang yang tidak berilmu adalah shadaqah.”

Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang menjelaskan bahwa ilmu merupakan bekal penting bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Ilmu tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap, berinteraksi, dan memberikan manfaat kepada sesama.

Menurutnya, kitab Adabul 'Alim Wal Muta'allim mengajarkan bahwa keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab dan akhlak yang menyertainya. Oleh karena itu, para pencari ilmu hendaknya senantiasa menjaga niat, menghormati guru, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kajian berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Para peserta mengikuti pembahasan dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperdalam wawasan keislaman dan memperkuat bekal dakwah di tengah masyarakat.

Melalui kajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya ilmu dan adab sebagai fondasi dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat yang lebih baik. (dy)