Jamaah MT Nurunnisa Antusias Ikuti Kajian Tiga Doa yang Tidak Tertolak
Oleh KUA Lumbir
Banyumas – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Lumbir, Umi Rofikoh, melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurunnisa, Desa Besuki. Kegiatan ini mengangkat tema “Tiga Doa yang Tidak Tertolak”, yang disambut antusias oleh para jamaah, khususnya kaum ibu yang rutin mengikuti pengajian di majelis tersebut. Kamis (02/04)
Kegiatan bimbingan ini merupakan bagian dari program pembinaan umat yang secara konsisten dilakukan oleh KUA Lumbir guna memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat. Dalam suasana yang khidmat dan penuh kehangatan, para peserta tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga penyampaian materi inti.
Dalam pemaparannya, Umi Rofikoh menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat istimewa dalam Islam. Doa bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami waktu, kondisi, dan golongan orang yang doanya memiliki keutamaan besar untuk dikabulkan.
Ia kemudian menguraikan tiga golongan doa yang tidak tertolak sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits. Pertama, doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Menurutnya, orang yang sedang berpuasa berada dalam kondisi spiritual yang sangat dekat dengan Allah SWT, sehingga setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Kedua, doa seorang pemimpin yang adil. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa keadilan merupakan nilai utama dalam kepemimpinan, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan. Seorang pemimpin yang berlaku adil akan mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah, termasuk dalam hal dikabulkannya doa-doa yang ia panjatkan.
Ketiga, doa orang yang terzalimi. Umi Rofikoh mengingatkan bahwa doa dari orang yang mengalami ketidakadilan atau perlakuan zalim memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah SWT. Oleh karena itu, ia mengajak para jamaah untuk selalu berhati-hati dalam bersikap agar tidak menyakiti atau merugikan orang lain.
Selain menyampaikan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam berbagai persoalan keagamaan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Umi Rofikoh dengan sabar dan jelas memberikan jawaban, sehingga suasana diskusi terasa hidup dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Para jamaah MT Nurunnisa mengaku sangat bersyukur atas adanya kegiatan bimbingan keagamaan ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena dinilai mampu menambah wawasan sekaligus memperkuat keimanan.
Sementara itu, pihak KUA Lumbir menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan penyuluhan keagamaan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Dengan terselenggaranya bimbingan keagamaan ini, diharapkan para jamaah tidak hanya memahami keutamaan doa, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Momentum kebersamaan dalam majelis ilmu ini pun menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu agama adalah kebutuhan yang harus terus dijaga sepanjang hayat.
