Khidmat dan Haru Warnai Prosesi Akad Nikah di KUA Jatilawang

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Dalam suasana yang hening namun sarat makna, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menjadi saksi lahirnya sebuah ikatan suci yang dipatri atas nama cinta dan keimanan. Iskandar Zulkarnain, selaku Penghulu KUA Jatilawang, dengan penuh khidmat memimpin prosesi pencatatan nikah dan ijab qabul pasangan pengantin, Dadri Harnanto dan Risdayanti, yang berasal dari Desa Margasana. Kamis (02/04)

Prosesi yang berlangsung sederhana itu justru memancarkan keagungan tersendiri. Di ruang yang tak terlalu luas, waktu seakan melambat, memberi ruang bagi setiap detik untuk menjadi saksi atas janji suci yang terucap. Dengan suara mantap namun penuh kelembutan, Iskandar Zulkarnain memandu jalannya akad, memastikan setiap rukun dan syarat terpenuhi dengan sempurna.

Saat ijab qabul dilafalkan, suasana mendadak hening. Nafas seolah tertahan, dan hati para saksi bergetar dalam diam. Kalimat sakral yang terucap sekali dalam seumur hidup itu menggema lembut, namun mampu menembus relung jiwa. Dalam satu tarikan nafas, dua insan yang sebelumnya berjalan sendiri kini dipersatukan dalam ikatan yang diridhai Allah SWT.

Air mata haru tak terbendung di wajah keluarga dan para saksi. Bukan sekadar kebahagiaan yang terpancar, melainkan juga rasa syukur yang dalam—atas pertemuan, atas takdir, dan atas jalan panjang yang akhirnya bermuara pada hari yang penuh berkah ini.

Iskandar Zulkarnain dalam nasihatnya menyampaikan pesan yang menyentuh hati, bahwa pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan bersama. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga adalah ladang ibadah, tempat dua hati saling menguatkan dalam suka dan duka.

“Cinta sejati bukan yang selalu indah tanpa ujian, tetapi yang tetap bertahan dalam setiap ujian,” tuturnya dengan suara yang teduh, menyapa hati setiap yang hadir.

Pencatatan nikah yang dilakukan di KUA Jatilawang ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin keabsahan dan perlindungan hukum bagi setiap pasangan. Namun lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap administrasi, ada kisah cinta yang diperjuangkan, ada doa yang dipanjatkan, dan ada harapan yang disemai.

Hari itu, di ruang sederhana KUA Jatilawang, sebuah kisah baru dimulai. Dadri Harnanto dan Risdayanti melangkah bersama, menggenggam janji yang telah diikrarkan, menapaki masa depan dengan harapan dan doa yang mengiringi. Dan di balik semua itu, terselip harapan yang sama—semoga cinta yang terikat hari ini tidak hanya bertahan di dunia, tetapi juga berlanjut hingga ke surga-Nya.