HUT RI #81

Jangan Biarkan Luka Masa Lalu Menjadi Bayang-Bayang yang Merusak Rumah Tangga Baru

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
04 Nov 2026
18x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 04-11-2026 14:00
SHARE

Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada pasangan calon pengantin, Dwi Hartono dan Sri Yanti, yang masing-masing pernah menjalani kehidupan rumah tangga sebelumnya. Dalam bimbingan tersebut, ia mengangkat tema tentang menjadikan pengalaman pahit masa lalu sebagai pelajaran dan penguat untuk membangun rumah tangga yang lebih baik, harmonis, serta saling menghargai. Rabu (04/11)

Muhammad Taubah mengajak Dwi Hartono dan Sri Yanti untuk tidak membiarkan luka masa lalu menjadi bayang-bayang yang merusak harapan baru. Pengalaman ditinggalkan pasangan karena perselingkuhan maupun tidak memperoleh nafkah dari suami merupakan kenyataan pahit yang perlu disikapi dengan bijaksana. Masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga, bukan alasan untuk kehilangan kepercayaan terhadap masa depan.

Ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan mempertemukan dua perjalanan hidup dengan segala pengalaman dan luka yang menyertainya. Karena itu, kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab memberi nafkah, komunikasi terbuka, serta kesediaan saling memahami harus menjadi fondasi utama. Tidak perlu saling mengungkit kekurangan masa lalu; yang lebih penting adalah membangun komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Melalui Bimwin ini, kedua calon pengantin diharapkan mampu menjadikan pengalaman terdahulu sebagai bekal kedewasaan dalam membina rumah tangga. Sebab, masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi masa depan dapat diperjuangkan bersama melalui kesetiaan, tanggung jawab, dan kasih sayang.