Jelang Hari Santri Nasional 2026, KUA Lumbir Gelar Koordinasi Pelaksanaan Salat Istisqa
Banyumas – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus merespons kondisi kekeringan yang membutuhkan perhatian bersama, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbir bersama sejumlah unsur instansi di wilayah Kecamatan Lumbir menggelar diskusi koordinasi terkait pelaksanaan salat istisqa. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan mematangkan persiapan kegiatan keagamaan yang direncanakan berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di Lapangan Kantor Kecamatan Lumbir.
Diskusi tersebut menjadi ruang komunikasi lintas instansi untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan salat istisqa, mulai dari kesiapan lokasi, koordinasi peserta, hingga teknis penyelenggaraan kegiatan. Melalui pembahasan bersama ini, seluruh pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing demi kelancaran kegiatan.
Salat istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan atau kekurangan air. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, ibadah ini mengandung pesan spiritual tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa bersyukur atas nikmat alam yang diberikan.
Keterlibatan KUA Lumbir dalam koordinasi ini mencerminkan peran Kementerian Agama dalam mendorong kehidupan keagamaan yang hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi dengan berbagai instansi, kegiatan salat istisqa diharapkan menjadi ikhtiar bersama untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Pelaksanaan salat istisqa kali ini juga direncanakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026. Perpaduan kedua agenda tersebut diharapkan mampu menghadirkan makna yang lebih mendalam, yakni menghidupkan semangat religiusitas, memperkuat nilai pengabdian, serta meneguhkan peran santri dan masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.
Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas kontribusi besar para santri dan ulama dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam merawat nilai-nilai keislaman, persatuan, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, semangat santri diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga melalui doa, kebersamaan, dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sinergi lintas instansi dalam mempersiapkan kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kemasyarakatan membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan salat istisqa diharapkan dapat berlangsung tertib, khusyuk, dan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga Kecamatan Lumbir.
Melalui ikhtiar lahir dan batin ini, KUA Lumbir bersama unsur instansi terkait mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan salat istisqa serta memperbanyak doa agar Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, dan menjauhkan masyarakat dari kesulitan akibat kekeringan. Semangat Hari Santri Nasional 2026 pun diharapkan menjadi penguat tekad untuk terus mengabdi, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
