Kajian Rutin Majelis Taklim Nurudz Dzolam Rutan IIb Banyumas Bahas Hikmah Bulan Muharram
Oleh KUA BANYUMAS
Banyumas – Majelis Taklim Nurudz Dzolam Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menggelar kajian rutin setiap Selasa pagi. Kajian kali ini mengangkat tema hikmah bulan Muharram dan diikuti oleh seluruh jamaah Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP yang beragama Islam. Selasa (07/07)
Kegiatan berlangsung di Aula Rutan IIb Banyumas, pukul 10.00 WIB dengan Khoerul Anam, Penyuluh Agama Islam KUA Banyumas sebagai pemateri.
Kajian rutin ini merupakan bagian dari program kerja sama berdasarkan MoU antara Kemenag Kabupaten Banyumas dengan Rutan IIB Banyumas. Tujuannya untuk memupuk semangat beragama warga binaan melalui pembinaan keagamaan secara terjadwal dengan menghadirkan penyuluh agama.
Dalam materinya, Khoerul Anam menyampaikan sejumlah hikmah terkait bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
"Muharram adalah momentum untuk introspeksi diri dan bertaubat memohon ampunan kepada Allah. Para Nabi dan Rasul pun mencontohkan untuk memohon ampunan atas kelalaian di bulan ini," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk menghidupkan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura. Hikmah lain yang disampaikan meliputi pentingnya membahagiakan anggota keluarga, memperbanyak sedekah sosial, menjaga kelestarian bumi sesuai program prioritas Kementerian Agama terkait ekoteologi, serta menjaga kesehatan ruhani dan jasmani. Ia juga mengingatkan agar warga binaan senantiasa mengingat nikmat Allah agar selalu bersyukur.
Antusiasme terlihat dari para jamaah selama kajian berlangsung. Salah satu jamaah menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan di dalam rutan.
"Penjelasan dari Pak Ustadz sangat menyentuh. Contoh kisah para nabi yang berkaitan dengan bulan Muharram dikaitkan dengan masalah kehidupan kita sekarang. Jadi kami jadi lebih khusyuk mendengarkan dan mudah memahaminya," ungkapnya.
Dengan adanya kajian rutin ini, diharapkan pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan dapat terus berjalan sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal agama yang lebih kuat. (A6)
