Kakan Kemenag Banyumas Tekankan Adab Berorganisasi bagi Penyuluh PPPK

Oleh HUMAS
SHARE

Pekuncen – Pertemuan para Penyuluh PPPK Angkatan 2023 yang digelar di Pondok Pesantren Hilyatul Qur’an, Pekuncen, menjadi momentum penting dalam penguatan etika birokrasi dan loyalitas organisasi. Dalam pembinaan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan penekanan khusus mengenai adab berorganisasi dan pola hubungan profesional antara bawahan dengan pimpinan. Kamis (07/05)

Kakan Kemenag memberikan sorotan tajam mengenai perilaku pegawai dalam menyikapi kepemimpinan. Beliau mengingatkan para Penyuluh, yang merupakan garda terdepan di tengah masyarakat, untuk tidak terjebak dalam perilaku membanding-bandingkan kebijakan atau gaya pimpinan saat ini dengan pimpinan terdahulu.

"ASN harus menjaga marwah jabatan. Setiap pimpinan hadir dengan gaya, tantangan, dan tuntutan zaman yang berbeda. Membandingkan hanya akan menciptakan polarisasi dan merusak harmoni di dalam kantor," tegas Ibnu Asaddudin. Beliau juga memperingatkan agar praktik menjelekkan pimpinan, baik yang masih menjabat maupun yang sudah lampau, segera dihentikan karena merupakan bentuk ketidakprofesionalan yang merusak citra institusi.

Sejalan dengan filosofi kinerja "Hasil 10" yang diusung Kemenag Banyumas, loyalitas diartikan sebagai dukungan penuh terhadap pencapaian target organisasi secara harmonis. Penyuluh diminta untuk fokus pada pelaksanaan tugas agar visi besar institusi tetap tercapai, alih-alih mengeluh tentang kebijakan pimpinan.

Jika terdapat ketidaksepahaman, Kakan Kemenag menginstruksikan agar hal tersebut diselesaikan melalui mekanisme koordinasi internal, bukan menjadi bahan pergunjingan di ruang publik atau media sosial.

Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam, Agus Setiawan, menambahkan bahwa sebagai angkatan baru, Penyuluh PPPK 2023 harus menunjukkan keteladanan (uswah). "Bagaimana mungkin penyuluh bisa membina masyarakat jika di internal organisasi sendiri tidak menunjukkan adab yang baik terhadap pimpinan?" ujarnya.

Para penyuluh didorong untuk cepat beradaptasi dengan ritme kerja saat ini dan meninggalkan budaya kerja lama yang bersifat kontraproduktif.

Melalui pembinaan di Pekuncen ini, diharapkan para penyuluh membawa semangat baru untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan dengan hati terbuka dan mendukung penuh SOP yang telah diputuskan. Pesan intinya jelas: menghormati pimpinan adalah cara menjaga kehormatan institusi itu sendiri. Dengan soliditas yang kuat, Kemenag Banyumas optimis dapat menutup celah fitnah dan terus bergerak maju dalam melayani masyarakat.