Kawal Syariat ditengah Semarak Kemerdekaan, Penyuluh KUA Baturraden Beri Solusi Cerdas dalam Rapat HUT RI Ke-81

Oleh KUA baturraden
SHARE

Baturraden — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pemerintah Kecamatan Baturraden bergerak cepat dengan menggelar rapat perumusan kegiatan. Rapat strategis ini tidak hanya menjadi ajang adu gagasan, tetapi juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektoral, termasuk peran krusial dari Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mengawal jalannya kegiatan agar tetap sejalan dengan norma agama. Kamis (04/06)

Rapat yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, dengan didampingi oleh Sekretaris Camat (Sekcam), Supriyatin. Berbagai elemen masyarakat turut hadir memenuhi undangan, mulai dari jajaran Forkompimcam, KUA Baturraden, perwakilan Puskesmas I dan II, perwakilan Kepala Desa, hingga para pemuda dari Karang Taruna.

Dalam salah satu agenda utamanya, rapat menetapkan sejumlah rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Baturraden. Kegiatan tersebut meliputi:

  • Upacara Bendera

  • Tasyakuran dan Pengukuhan Paskibra

  • Karnaval

  • Turnamen Sepak Bola U-20

  • Lomba Badminton

  • Jalan Sehat

  • Lomba Senam ILDI

Camat Bangkit Angga Barokah memaparkan bahwa klasifikasi lomba sengaja dirancang untuk merangkul berbagai unsur masyarakat agar semarak kemerdekaan dapat dirasakan oleh semua pihak.

"Turnamen sepak bola ini kita hadirkan untuk mewadahi semangat para pemuda, Jalan Sehat untuk masyarakat umum, Karnaval sebagai ruang unjuk gigi para pelaku usaha, Lomba Badminton khusus untuk bapak-bapak, dan Senam ILDI yang pasti akan diramaikan oleh ibu-ibu," jelas Camat Bangkit.

Suasana rapat yang dipenuhi antusiasme peserta menjadi semakin hidup ketika pembahasan memasuki teknis kegiatan Jalan Sehat. Awalnya, wacana yang berkembang adalah menggunakan sistem penjualan tiket Jalan Sehat kepada masyarakat untuk mengakomodasi kebutuhan dana.

Di sinilah peran Fathur, perwakilan dari KUA Baturraden yang bertugas sebagai Penyuluh Agama, mengemuka. Ia secara tegas namun santun membantah konsep penjualan tiket tersebut. Menurut tinjauan hukum agama yang disampaikannya, praktik membeli tiket dengan harapan memenangkan undian doorprize termasuk dalam kategori perjudian (maysir), yang jelas bertentangan dengan syariat Islam.

Tidak sekadar memberikan kritik, Fathur hadir dengan jalan keluar yang elegan. Sebagai Penyuluh Agama, ia memberikan solusi agar panitia mengubah sistem pendanaan dengan mengutamakan sistem donatur.

"Fokuskan pada penggalangan donatur untuk keseluruhan acara HUT RI, bukan hanya jalan sehat. Sebagai konsekuensi administratif, panitia harus memberikan kuitansi resmi kepada para donatur. Nah, tiket Jalan Sehat tersebut nantinya bisa diberikan sebagai bonus atau apresiasi atas donasi mereka, bukan sebagai barang yang diperjualbelikan," terang Fathur memberikan pandangannya.

Sinergi dan Kesepakatan Bersama

Gagasan solutif dari perwakilan KUA tersebut langsung disambut positif oleh pimpinan rapat. Camat Bangkit Angga Barokah menerima usulan tersebut dengan tangan terbuka dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas masukan yang menjaga integritas kegiatan dari sudut pandang agama.

Setelah mencapai mufakat terkait teknis acara, rapat dilanjutkan dengan pembahasan rancangan anggaran. Meski membicarakan hal krusial, suasana rapat terpantau santai, penuh tawa, namun tetap serius dan terarah.

Kehadiran Fathur sebagai Penyuluh Agama KUA dalam rapat ini membuktikan bahwa peran tokoh agama tidak hanya terbatas pada mimbar rumah ibadah, melainkan juga berbaur dalam urusan sosial kemasyarakatan, memastikan setiap perayaan membawa keberkahan dan menjauhi pelanggaran norma. Dengan kekompakan Forkompimcam dan seluruh elemen masyarakat, perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Baturraden dipastikan akan berlangsung meriah, inklusif, dan bermartabat. (Fth)