HUT RI #81

Keberkahan Sahur dan Buka Bersama Keluarga

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
05 Mar 2026
26x dibaca
SHARE

Banyumas – Suasana malam Ramadhan yang syahdu kembali menyelimuti wilayah Jatilawang pada malam ke-15 Ramadhan. Di tengah hembusan angin yang lembut dan lantunan ayat-ayat suci yang mengalun khidmat, masyarakat berkumpul di Mushola Miftahul Huda untuk mengikuti kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Muhammad Taubah. Kamis (5/3)

Kegiatan tarling tersebut dipenuhi nuansa religius yang hangat. Warga dari berbagai usia—anak-anak, remaja, hingga para orang tua—memadati mushola dengan wajah penuh harap, seakan ingin menjemput keberkahan Ramadhan yang turun perlahan di setiap detik malamnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Taubah menyampaikan tausiyah bertema “Keberkahan Sahur dan Buka Bersama Keluarga”. Dengan tutur kata yang lembut namun penuh makna, ia mengajak jamaah untuk merenungi betapa agungnya momen kebersamaan dalam keluarga saat sahur dan berbuka puasa.

“Sahur bukan sekadar makan sebelum fajar,” tuturnya dengan suara yang tenang namun menggugah hati jamaah. “Di dalamnya terdapat keberkahan yang Allah titipkan bagi hamba-hamba-Nya. Bahkan Rasulullah ? menganjurkan umatnya untuk bersahur karena di sanalah terdapat limpahan rahmat.”

Ia juga mengingatkan bahwa kebersamaan saat berbuka puasa bersama keluarga bukan hanya soal menyantap hidangan setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan momentum mempererat kasih sayang, memperkuat ikatan hati, serta menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak.

“Di meja sederhana saat berbuka itulah cinta keluarga dirawat. Doa-doa yang dipanjatkan bersama menjadi saksi bahwa rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi taman kasih yang disirami iman,” ungkapnya.

Tausiyah yang disampaikan dengan bahasa yang puitis dan penuh ketulusan tersebut membuat suasana mushola terasa semakin haru. Sebagian jamaah terlihat menundukkan kepala, menyeka air mata yang perlahan jatuh, larut dalam perenungan tentang makna keluarga dan nikmat Ramadhan yang sering kali terlewatkan.

Kegiatan Tarling ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara penyuluh agama dan masyarakat. Kehadiran Muhammad Taubah di tengah jamaah membawa pesan bahwa Ramadhan adalah bulan untuk kembali menata hati, memperkuat keluarga, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Malam itu, Mushola Miftahul Huda seakan menjadi saksi betapa Ramadhan mampu menyatukan hati-hati manusia dalam kehangatan iman. Lantunan doa penutup yang menggema di penghujung kegiatan membuat suasana semakin khidmat.

Di antara cahaya lampu mushola yang temaram dan wajah-wajah jamaah yang penuh harap, tersimpan satu pesan yang menggetarkan hati: bahwa keberkahan Ramadhan sering kali hadir dalam hal-hal yang sederhana—seperti bangun sahur bersama keluarga dan duduk bersyukur di meja berbuka.

Dan malam ke-15 itu pun berakhir dengan harapan yang sama di setiap dada jamaah: semoga keberkahan sahur, kebersamaan berbuka, dan kasih sayang keluarga tetap terjaga, bahkan setelah Ramadhan berlalu.