Kegiatan Literasi MA Maarif NU 1 Kemranjen Tekankan Semangat Belajar sebagai Bekal Dunia dan Akhirat
Oleh HUMAS
Banyumas — MA Ma’arif NU 1 Kemranjen kembali melaksanakan kegiatan literasi sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan pada jam ke nol, pukul 07.00–07.30 WIB, bertempat di Masjid Pondok Pesantren Darul Ulum Sirau. Kamis (05/02)
Dalam kegiatan tersebut, Nayla Fajrina Samsiah, siswi kelas XII 1, tampil sebagai orator dengan membawakan pidato berjudul “Semangat Belajar dalam Kehidupan Sehari-hari”. Nayla menyampaikan bahwa tema tersebut sangat penting karena keberhasilan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat, sangat ditentukan oleh sejauh mana semangatnya dalam menuntut ilmu.
Dalam pidatonya, Nayla memaparkan beberapa poin utama. Pertama, pentingnya belajar dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat menghargai ilmu, sebagaimana tercermin dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang merupakan wahyu pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah membaca dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam meletakkan dasar kehidupan manusia pada ilmu pengetahuan, yang sekaligus membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Kedua, Nayla menekankan keutamaan menuntut ilmu. Ia mengutip hadis riwayat Muslim yang menyatakan bahwa barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Selain itu, ia juga mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11, yang menegaskan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, serta memberikan kedudukan yang mulia di sisi-Nya.
Ketiga, ia menegaskan bahwa belajar tidak mengenal usia, sebagaimana pepatah “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.” Menurutnya, semangat belajar harus terus dijaga sepanjang hayat.
Keempat, Nayla menyampaikan kisah-kisah inspiratif dalam menuntut ilmu, di antaranya perjuangan Imam Syafi’i yang sejak kecil telah menghafal Al-Qur’an dan berkelana dari satu negeri ke negeri lain demi menimba ilmu, serta Imam Bukhari yang rela menempuh ribuan kilometer untuk mengumpulkan hadis demi memastikan keabsahannya.
Kelima, ia memaparkan cara menumbuhkan semangat belajar, yaitu dengan niat yang ikhlas, pengaturan waktu yang disiplin, lingkungan yang mendukung, serta doa dan tawakal kepada Allah SWT. Keenam, Nayla menjelaskan manfaat belajar, antara lain meningkatkan derajat manusia, membuka pintu rezeki, menjadi cahaya dalam kehidupan, serta menjadikan seseorang bermanfaat bagi orang lain.
Sebagai penutup, Nayla menegaskan bahwa belajar merupakan bekal dunia dan akhirat. Dengan ilmu, manusia mampu membangun peradaban, dan dengan ilmu agama, seorang muslim dapat memahami halal dan haram. Ia mengajak seluruh siswa untuk senantiasa berdoa, “Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan,” yang berarti, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”
Kegiatan literasi ini mendapat sambutan positif dari peserta didik. Asfiya, salah satu siswi MA Ma’arif NU 1 Kemranjen, menyatakan bahwa kegiatan literasi sangat menarik karena menjadi sarana untuk melatih kemampuan menulis dan mengekspresikan ide, belajar menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kreativitas.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Eli Sukmawati, menyampaikan bahwa program literasi bertujuan membentuk karakter siswa yang gemar belajar, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus membiasakan peserta didik untuk gemar membaca dan menulis.
Melalui kegiatan literasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, MA Ma’arif NU 1 Kemranjen berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan landasan keimanan dan pengetahuan.
2.png)