HUT RI #81

Kehilangan Buku Nikah Teratasi: Warga Puji Profesionalisme Staf KUA

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
10 Feb 2026
12x dibaca
SHARE

Banyumas - Kehilangan dokumen penting seperti buku nikah bisa menjadi momok tersendiri bagi siapa saja. Hal ini dialami oleh Fikri, seorang warga Sibrama, yang harus berjuang mendapatkan duplikat buku nikah orangtuanya yang hilang. Dalam prosesnya, Fikri merasakan bagaimana pelayanan humanis dan berdampak dari staf KUA Kemranjen sangat membantu memudahkan urusannya. Selasa (10/02/26)

Fikri berkunjung ke KUA Kemranjen dengan niat untuk mengurus penerbitan duplikat buku nikah. Salah satu hal pertama yang ia rasakan adalah sambutan hangat dari front liner KUA. Suwarsih dan  Ismi, dua staf yang berdedikasi, segera menyambutnya dengan senyuman. Pelayanan mereka membuat Fikri merasa lebih tenang di tengah situasi yang menegangkan.

Fikri pun menjelaskan betapa pentingnya duplikat buku nikah tersebut, karena diperlukan untuk pembuatan akta kelahiran dirinya. Di sinilah keahlian Suwarsih dan Ismi terlihat jelas. Mereka saling melengkapi dalam memberikan informasi terkait syarat-syarat pembuatan duplikat buku nikah. Penjelasan yang jelas dan penuh perhatian ini sangat membantu Fikri untuk memahami langkah-langkah yang perlu diambil.

Pelayanan humanis yang diberikan oleh Suwarsih dan Ismi tidak hanya sekadar memenuhi tugas, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap kebutuhan warga. Dalam situasi serupa, banyak orang mungkin merasa cemas dan bingung. Namun, dengan pendekatan yang ramah dan informatif, staf KUA Kemranjen berhasil menciptakan pengalaman positif bagi Fikri.

Akhirnya, setelah mengikuti prosedur yang diberikan, Fikri dapat merasakan kelegaan saat mendapatkan duplikat buku nikah yang sangat dibutuhkan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dengan profesionalisme dan sikap humanis, staf KUA Kemranjen dapat memberikan dampak yang besar dalam menyelesaikan permasalahan warga. Bagi Fikri, layanan yang diterima tak hanya memudahkan urusannya, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran dan rasa syukur yang mendalam.

Dengan demikian, kehilangan buku nikah bukan lagi sebuah masalah berarti, asalkan ada pelayanan yang baik dan responsif seperti yang ditunjukkan oleh staf KUA Kemranjen. (sw)