Kekuatan Doa Untuk Wujudkan Cita-Cita

Oleh Dudiyono
SHARE

Kedungbanteng: Siswa Kelas 6 SD Negeri Karangsalam Kecamatan Kedungbanteng berkumpul di sekolah untuk mengadakan doa bersama. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menghadapi Ujian Satuan Pendidikan (USP) yang akan dimulai pada hari senin, tanggal 18 April 2022. Doa bersama ini dipimpin oleh Panji Nugroho selaku Ketua KKGPAI SD Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan pada sore hari selepas sholat Ashar hari Kamis (14/04), yang diikuti oleh para Siswa Kelas 6, Kepala Sekolah dan Guru pada sekolah tersebut.

 

Ganik Wardani selaku kepala sekolah menyampaikan dalam sambutannya, "Anak-anak semua, kalian perlu berdoa untuk kesuksesan kalian. Sebab doa adalah bagian penting dalam meraih cita-cita. Setelah kalian belajar di sekolah dengan bimbingan para guru, kini saatnya memohon kepada Allah Swt. agar dimudahkan segala urusan, diberi kesehatan, dan kesuksesan. Ikutilah kegiatan ini sampai selesai dengan baik. Semoga cita-cita kalian tercapai”, paparnya.

 

Pada saat yang sama, Mukharir Aziz selaku Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Karangsalam tersebut menegaskan, "acara doa bersama seperti ini rutin diselenggarakan setiap tahun menjelang para siswa ujian. Namun dua tahun terakhir sebab pandemi menyebabkan kegiatan ini terkendala. Alhamdulillah saat ini bisa diselenggarakan kembali walaupun belum pulih 100%. Sebab biasanya juga menghadirkan orangtua siswa untuk bersama-sama berdoa."

 

Sekilas uraian hikmah singkat disampaikan oleh Panji Nugroho selaku pemimpin doa bersama, "Manusia mempunyai potensi untuk selalu melakukan perbuatan berdosa. Maka kita diperintahkan untuk menahan diri seperti saat ini kita berpuasa. Disamping itu juga, kita diperintahkan untuk selalu bertaubat dari dosa-dosa dan mohon ampun kepada Allah Swt. Semoga dengan puasa dan ibadah lainnya selama Bulan Ramadhan, kita diampuni dari segala dosa."

 

Kegiatan doa bersama ini ditutup dengan uraian hikmah singkat, berbuka puasa dan sholat Maghrib berjama'ah. Sekitar pukul 18.30 WIB. para siswa mulai diperkenankan meninggalkan tempat. Antusias orangtua yang tinggi, bersemangat mengantar dan menjemput putra-putrinya untuk mengikuti acara ini. (DU)