Kemenag Banyumas Bentuk Tim SIRUKUN: Upaya Cepat Cegah Gesekan Antarumat Beragama

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Sekretariat Jenderal Kemenag RI terkait penunjukan Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah percontohan akselerasi implementasi Early Warning System (EWS) SIRUKUN. Langkah ini diawali dengan rapat koordinasi pembentukan tim pelaksana yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Kemenag Banyumas. Senin (02/03)

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Banyumas, Edi Sungkowo dan dihadiri oleh perwakilan Bimas Islam Kemenag Banyumas dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banyumas. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan pembaruan data SDM yang akan bertugas sebagai inputer, verifikator, hingga viewer, baik di tingkat kabupaten maupun di setiap kecamatan.

Pembaruan data ini menjadi krusial mengingat sistem EWS SIRUKUN menuntut akurasi dan kecepatan dalam pelaporan potensi gangguan kerukunan umat beragama. Sebagai wilayah percontohan, Kemenag Banyumas berkomitmen memastikan struktur tim di lapangan memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengoperasikan platform digital tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubbag TU menekankan bahwa efektivitas penanganan konflik sosial di era digital sangat bergantung pada kecepatan data dan ketajaman analisis di lapangan.

"Konflik sosial keagamaan sering kali berawal dari hal-hal kecil yang tidak terdeteksi sejak dini. Melalui akselerasi EWS SIRUKUN ini, kita berusaha sebaik mungkin untuk mendeteksi dini sebelum konflik itu terjadi"

Melalui pembentukan tim yang solid ini, diharapkan implementasi EWS SIRUKUN di Kabupaten Banyumas dapat menjadi barometer keberhasilan bagi daerah lain dalam upaya memperkuat moderasi dan harmoni beragama di Indonesia.