Kemenag Banyumas Targetkan Zero Kehamilan Usia Sekolah, Luncurkan BRUS Angkatan 16 dan 17

Oleh HUMAS
SHARE

Cilacap — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui Bimbingan Masyarakat Islam terus memperkuat langkah pencegahan pernikahan dan kehamilan usia anak lewat program Cegah Pernikahan Anak (CEPAK). Program Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah (BRUS) angkatan ke-16 dan ke-17 dijadwalkan mulai Kamis, 6 Agustus 2026, di SMA Negeri 4 Purwokerto. Rabu (05/08)

Program ini merupakan tindak lanjut dari catatan tahun 2025, di mana tercatat 435 kasus kehamilan usia sekolah di Kabupaten Banyumas. Melalui BRUS, Kemenag Banyumas menargetkan penurunan angka tersebut hingga menuju titik nol pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai persiapan pelaksanaan, tim Bimas Islam Kabupaten Banyumas bersama para fasilitator BRUS menggelar konsolidasi di Pantai Jetis, Cilacap. Pertemuan ini difokuskan untuk menyamakan materi, metode penyampaian, dan strategi pendekatan kepada peserta didik agar bimbingan pranikah dapat diterima secara efektif oleh remaja usia sekolah.

Ibnu Asaddudin mengatakan "BRUS dirancang sebagai bentuk edukasi dini bagi siswa-siswi jenjang SMA/sederajat mengenai kesiapan pernikahan, kesehatan reproduksi, serta dampak sosial dan psikologis dari pernikahan dan kehamilan di usia dini", ujarnya.

Program ini menjadi salah satu pilar utama CEPAK yang selama ini juga didukung oleh sinergi lintas sektor, termasuk TP PKK Kabupaten Banyumas.

Dengan dimulainya angkatan 16 dan 17 di SMA Negeri 4 Purwokerto, Kemenag Banyumas berharap semakin banyak generasi muda yang mendapatkan pemahaman utuh sebelum memasuki jenjang pernikahan, sekaligus menekan angka kehamilan usia sekolah secara berkelanjutan.(elbab).