Penyuluh Sulap Galon Bekas Jadi Pot Cantik di Pojok ASRI

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon kembali menunjukkan kreativitasnya dalam mendukung program lingkungan hidup. Kali ini, salah satu penyuluh agama di KUA Wangon berinovasi dengan memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai bahan pembuatan pot tanaman. Hasil karya tersebut kemudian ditata rapi di area yang dikenal dengan sebutan Pojok ASRI, sebuah sudut khusus yang dikembangkan sebagai ruang hijau di lingkungan kantor. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa barang bekas yang semula dianggap sampah dapat disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetika. Rabu (05/08)

Pembuatan pot dari galon bekas ini dilakukan melalui proses yang cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian dan sentuhan kreativitas. Galon bekas yang sudah tidak terpakai dipotong, dibentuk, kemudian dicat dan dihias sedemikian rupa sehingga tampil menarik saat digunakan sebagai wadah tanaman. Setelah proses tersebut selesai, pot-pot hasil daur ulang itu diisi dengan berbagai jenis tanaman hias dan tanaman obat keluarga, lalu disusun rapi di Pojok ASRI yang terletak di halaman KUA Wangon. Kehadiran pot-pot unik ini pun turut mempercantik suasana kantor sekaligus memberikan kesan asri dan ramah lingkungan.

Udin, penyuluh yang menjadi penggagas sekaligus pelaksana kegiatan ini, mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul dari keprihatinannya terhadap banyaknya galon bekas yang menumpuk dan berpotensi menjadi sampah anorganik yang sulit terurai. "Daripada galon bekas ini dibuang begitu saja dan menumpuk jadi sampah, lebih baik kita manfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Selain mengurangi sampah, juga bisa mempercantik lingkungan kantor," ujar Udin.

Lebih lanjut, Udin menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, langkah kecil seperti pemanfaatan galon bekas ini bisa menjadi contoh sederhana yang mudah ditiru oleh masyarakat luas. "Kami berharap apa yang kami lakukan di sini bisa menginspirasi masyarakat, terutama keluarga binaan kami, agar lebih peduli terhadap lingkungan. Tidak perlu biaya besar, cukup kreativitas dan kemauan untuk memanfaatkan barang bekas di sekitar kita," tambahnya.

Kegiatan pemanfaatan galon bekas menjadi pot ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk rekan kerja dan masyarakat yang berkunjung ke KUA Wangon. Pojok ASRI yang kini semakin hijau dan tertata rapi diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi siapa saja yang datang. Ke depan, program pemanfaatan barang bekas seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas, tidak hanya di lingkungan KUA Wangon, tetapi juga menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan asri. (jhr)