HUT RI #81

Kemenag Kabupaten Banyumas Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98: Tekankan Pentingnya Karakter, Patriotisme, dan Empati

HUMAS
HUMAS
28 Okt 2026
20x dibaca
SHARE

Purwokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman kantor setempat. Kegiatan khidmat ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam satu atap. Rabu (28/10)

Bertindak sebagai inspektur upacara, Plt. Kasubbag Tata Usaha (TU) Kemenag Kabupaten Banyumas membacakan amanat resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa 98 tahun yang lalu para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yakni Indonesia. Semangat persatuan tersebut harus terus dihidupkan dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.

Menpora juga menekankan bahwa membangun Indonesia yang maju tidak hanya diukur dari gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia, karakter, hati yang mencintai tanah air, jiwa pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Oleh karena itu, generasi masa depan perlu dibekali dengan tiga pilar utama. Pertama, sikap patriotik yang berarti mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, melainkan melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kedua, sifat gigih yang membuat seseorang tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan, tidak runtuh saat mengalami kegagalan, serta terus berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa. Ketiga, rasa berempati yang diwujudkan melalui kepekaan untuk tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudara sesama serta siap menolong.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, para pemuda dan seluruh elemen bangsa diajak untuk terus bermimpi setinggi langit, bekerja keras, serta menjadikan setiap ilmu dan karya sebagai bukti cinta kepada Indonesia. "Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, melainkan sesuatu yang sedang kita bangun bersama," pesan Menpora dalam penutup amanatnya.