Penyuluh KUA Wangon Isi Bimluh Muslimat NU Ranting Ranjingan, Bahas Pengelolaan Emosi untuk Membangun Keluarga Sakinah
Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, Ni’mah, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Muslimat NU Ranting Ranjingan. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengelola Emosi, Membangun Kedekatan Positif, dan Membangun Keluarga Sakinah”. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak memahami pentingnya menjaga kestabilan emosi dan memperkuat hubungan harmonis dalam kehidupan rumah tangga. Rabu (28/10)
Dalam penyampaian materinya, Ni’mah menjelaskan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan salah satu kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga. Setiap anggota keluarga perlu belajar mengendalikan amarah, menahan diri ketika menghadapi perbedaan pendapat, serta membiasakan komunikasi yang santun. Menurutnya, persoalan rumah tangga dapat diselesaikan dengan lebih baik apabila suami, istri, dan anak saling memahami serta menghargai perasaan satu sama lain.
Ni’mah juga menekankan pentingnya membangun kedekatan positif di antara anggota keluarga melalui perhatian, kasih sayang, keterbukaan, dan keteladanan. Keluarga sakinah tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan membutuhkan usaha bersama yang dilandasi nilai-nilai agama. Kebiasaan beribadah bersama, saling membantu, membangun komunikasi yang baik, serta membiasakan musyawarah menjadi langkah nyata untuk menciptakan suasana rumah tangga yang tenteram dan penuh keberkahan.
“Mengelola emosi bukan berarti memendam perasaan, tetapi belajar menyampaikan perasaan dengan cara yang baik dan bijaksana. Ketika suami dan istri mampu saling mendengarkan, menghargai, serta mengedepankan kasih sayang, insyaallah kedekatan emosional akan semakin kuat dan keluarga sakinah dapat diwujudkan,” ungkap Ni’mah. Ia berharap materi tersebut dapat diterapkan oleh jamaah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menghadirkan suasana keluarga yang harmonis, damai, dan religius.
Jamaah MT Muslimat NU Ranting Ranjingan menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut karena memberikan pemahaman praktis dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. Salah seorang perwakilan jamaah menyampaikan, “Materi ini mengingatkan kami agar lebih sabar, mampu mengendalikan emosi, dan lebih bijak dalam berkomunikasi dengan keluarga. Kami berharap ilmu yang disampaikan dapat menjadi bekal untuk membangun keluarga yang lebih harmonis dan sakinah.” Melalui kegiatan Bimluh ini, KUA Wangon terus berkomitmen memperkuat peran penyuluh agama dalam membina ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan umat berdasarkan nilai-nilai Islam. (srf)
