Kengahatan Makan Siang Lesehan Bersama Pekerja Renovasi KUA
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat di ruang Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon pada siang tadi. Di sela-sela proses renovasi gedung yang masih berlangsung, penyuluh agama dan para pekerja renovasi tampak duduk bersama secara lesehan untuk menikmati makan siang. Momen sederhana ini menjadi pemandangan yang tidak biasa, mengingat ruangan yang biasanya digunakan untuk prosesi akad nikah kini justru menjadi tempat berkumpul santai penuh kekeluargaan. Selasa (28/7)
Kegiatan makan siang bersama ini berlangsung tanpa perencanaan khusus, melainkan mengalir begitu saja di tengah kesibukan renovasi. Tanpa alas yang digelar di lantai Balai Nikah, sementara beberapa menu sederhana disiapkan untuk disantap bersama. Tidak ada sekat antara penyuluh dan pekerja bangunan, semua duduk berbaur menikmati hidangan sambil sesekali diselingi obrolan ringan dan gelak tawa.
Masjo, salah satu penyuluh agama KUA Wangon yang ikut makan siang bersama, mengungkapkan bahwa momen seperti ini justru mempererat hubungan antara pegawai KUA dan para pekerja yang selama ini membantu proses renovasi. "Meskipun beda tugas, tapi pas makan bareng gini rasanya jadi lebih akrab. Nggak ada canggung-canggungan, malah jadi obrolan santai yang bikin suasana kerja tambah nyaman," ujarnya sambil menikmati hidangan.
Senada dengan itu, Badru, salah satu pekerja renovasi yang turut bergabung, mengaku senang bisa makan siang bersama para pegawai KUA. Menurutnya, kebersamaan semacam ini jarang ia temui di tempat kerja lain. "Biasanya kalau kerja proyek itu jarang ada momen kayak gini, tapi di sini malah diajak makan bareng, jadi berasa nggak kerja sendirian," katanya sambil tersenyum.
Momen makan siang lesehan di Balai Nikah ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat terjalin di mana saja dan dengan siapa saja, tanpa memandang latar belakang pekerjaan maupun jabatan. Suasana kekeluargaan yang tercipta di sela renovasi ini turut memberikan warna tersendiri bagi lingkungan kerja KUA Wangon, sekaligus menjadi pengingat bahwa kehangatan hubungan antarsesama bisa tumbuh dari hal-hal sederhana sekalipun. (jhr)
