Kepala Kankemenag Buka Kegiatan Workshop di MAN 3 Banyumas

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas—Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Aziz Muslim, S.Ag., M.Pd.I., membuka kegiatan Workshop Penyusunan Evaluasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh MAN 3 Banyumas bekerjasama dengan Widyaiswara dari Balai Diklat Semarang . Workshop  berlangsung selama dua hari, dari tanggal 13—14 Juli diadakan di aula MAN 3 Banyumas . Rabu (13/7).  

Hadir dalam pembukaan workshop IKM Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Aziz Muslim, S.Ag,. M.Pd.I didampingi Kepala MAN 3 Banyumas Drs. Suratno, M.Pd.I , narasumber  Dr. Teguh Suyitno, M.Pd  Widyaiswara dari Balai Diklat Semarang

Dalam sambutannya, Aziz Muslim menyampaikan apresiasi pada MAN 3 Banyumas yang telah menyelenggarakan workshop secara mandiri dengan menghadirkan widyaiswara dari Balai Diklat Semarang.

“ Saya mengapresiasi penyelenggaraan workshop semacam ini. Ini merupakan ikhtiar MAN 3 Banyumas agar semakin hebat, bermartabat, mandiri, dan berprestasi. Meskipun sebenarnya, ada atau tidak ada workshop, guru-guru madrasah juga harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan kinerjanya demi kemajuan madrasahnya. Namun, workshop semacam ini juga penting agar kemampuan guru juga semakin mantap,” ujarnya.

Lebih lanjut Aziz menyampaikan terkait kurikulum merdeka, meskipun Kementerian Agama belum menerapkan secara menyeluruh, tentu hal yang sangat bagus jika guru mulai mengenalnya, antara lain melalui workshop ini.

“ Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan, antara lain  lebih sederhana dan mendalam sehingga siswa bisa belajar lebih mendalam dan bermakna, serta enjoy dalam belajar , lebih merdeka, dalam arti siswa tidak memilih program pendidikan, tapi mereka diberi kebebasan memilih mata pelajaran sesuai bakat dan minatnya. satuan pendidikan berwenang mengembangkan kurikulum sesuai kondisi dan situasi satuan pendidikan tersebut; dan terkahir lebih relevan dan interaktif, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi isu-isu aktual di sekitar mereka. “ jelasnya lebih lanjut.

“ Hal tersebut juga mendukung pengembangan karakter dan profil pelajar Pancasila. Dengan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran bisa benar-benar mengangkat dan mengembangkan potensi siswa.” Pungkas Aziz (TIM3)