KUA Bekali Catin dengan Jurus Jitu Manajemen Konflik
Banyumas - Dalam upaya menyiapkan calon pengantin agar dapat membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan sakinah, KUA Kemranjen melaksanakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Salah satu materi penting yang diberikan adalah tentang "Manajemen Konflik Keluarga," yang dipandu oleh Sigit Panuntun, penyuluh agama Islam KUA Kemranjen. Materi ini sangat relevan dalam membekali calon suami-istri agar mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berumah tangga. Kamis (11/12)
Setiap pasangan tentu ingin memiliki keluarga yang kuat dan tidak mudah goyah di tengah berbagai permasalahan. Dalam Bimwin ini, Sigit mengajarkan bahwa konflik adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Namun, kunci dari hubungan yang sehat terletak pada kemampuan pasangan untuk mengelola konflik tersebut. Dengan pengetahuan tentang manajemen konflik, pasangan dapat belajar untuk mengidentifikasi sumber masalah, berkomunikasi secara efektif, dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Salah satu tujuan utama dari manajemen konflik adalah untuk menjaga rasa saling cinta dan sayang antara suami istri. Dalam Bimwin, calon pengantin diajarkan cara-cara untuk mencegah konflik dari munculnya masalah kecil. Seperti halnya memberikan perhatian lebih kepada pasangan, mendengarkan dengan empati, dan menghargai perbedaan pendapat. Dengan melakukan ini, pasangan dapat menciptakan suasana rumah yang nyaman dan mendukung.
Manajemen konflik bukan hanya bermanfaat bagi pasangan itu sendiri, tetapi juga berdampak positif pada anak-anak. Keluarga yang mampu menyelesaikan konflik dengan baik cenderung menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Dalam Bimwin, calon pengantin diajarkan bahwa keluarga yang harmonis adalah sarana penting dalam mendidik anak, memberikan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Anak akan belajar nilai-nilai seperti toleransi, komunikasi, dan penyelesaian masalah yang dapat mereka bawa sampai dewasa.
Melalui program Bimbingan Perkawinan yang diadakan oleh KUA Kemranjen, calon pengantin tidak hanya dibekali pengetahuan dasar tentang pernikahan, tetapi juga strategi konkret dalam manajemen konflik. Dengan memahami dan menerapkan jurus jitu ini, calon suami istri siap untuk menyiapkan keluarga yang kokoh dan tahan banting. Mereka tidak hanya akan menjaga rasa saling cinta dan sayang, tetapi juga menciptakan lingkungan yang positif bagi pertumbuhan dan pendidikan anak. Dengan demikian, pernikahan yang harmonis dapat diwujudkan, menjadikan setiap rumah tangga sebagai tempat yang penuh kasih dan kebahagiaan. (sp)
