KUA Dalami Hukum-Hukum Syara, Kajian Rutin Kitab Duror Al-Bahiyah
Oleh KUA kalibagor
Kalibagor - Dalam upaya meningkatkan kualitas keilmuan dan memperkuat pemahaman agama bagi seluruh pegawai, KUA Kalibagor secara rutin menyelenggarakan kajian Kitab Duror Al-Bahiyah setiap hari Rabu. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin ini diikuti oleh Kepala KUA, penghulu, penyuluh agama Islam, serta seluruh staf KUA Kalibagor dengan penuh semangat dan antusias. Rabu (08/07)
Kajian dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalibagor, Slamet Kadjari, bersama Kyai Ngizudin sebagai pemateri. Suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan kitab, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang sedang dipelajari.
Pada pertemuan pekan ini, pembahasan difokuskan pada hukum-hukum syara', yaitu ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah SWT sebagai pedoman bagi setiap muslim dalam menjalankan kehidupan. Materi yang dikaji meliputi pengertian hukum syara', pembagian hukum taklifi seperti wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah, serta hukum wadh'i yang menjadi sebab, syarat, penghalang, sah, maupun batalnya suatu ibadah dan muamalah.
Dalam penyampaiannya, Slamet Kadjari menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum-hukum syara' merupakan bekal penting bagi aparatur Kementerian Agama, khususnya di lingkungan KUA, agar mampu memberikan pelayanan, pembinaan, dan penyuluhan keagamaan secara tepat sesuai tuntunan syariat Islam. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, karena ilmu agama merupakan cahaya yang akan membimbing setiap langkah dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat.
Sementara itu, Kyai Ngizudin menjelaskan bahwa mempelajari kitab-kitab klasik karya ulama merupakan salah satu cara menjaga kesinambungan keilmuan Islam. Dengan memahami dasar-dasar hukum syara', seorang muslim akan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, mampu membedakan antara yang diperintahkan dan yang dilarang, serta semakin mantap dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kajian rutin Kitab Duror Al-Bahiyah ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan keislaman para peserta, tetapi juga membentuk karakter aparatur KUA yang profesional, berintegritas, dan memiliki landasan ilmu agama yang kuat. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, KUA Kalibagor berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung peningkatan kompetensi keagamaan demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
