KUA Lumbir Bekali Pasangan Muda Komunikasi, Konflik, dan Manajemen Keuangan
Banyumas – Upaya membangun ketahanan keluarga terus digencarkan oleh KUA Kecamatan Lumbir melalui berbagai program pembinaan pranikah. Salah satu langkah konkret tersebut tampak dalam pelaksanaan Bimbingan Pernikahan Mandiri bagi dua calon mempelai, Sely Julianto dan Fitri Maesaroh, yang dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada Kamis, 18 Desember 2025 di Desa Besuki RT 02 RW 01 Kecamatan Lumbir. Kegiatan bimbingan ini berlangsung dengan suasana hangat, interaktif, dan dipenuhi antusiasme dari kedua calon pengantin yang tampak sungguh-sungguh mempersiapkan kehidupan rumah tangga mereka. Kamis (11/12)
Pada kesempatan tersebut, penyuluh agama Islam, Rizki Nur Azizah, memberikan pemaparan materi secara komprehensif dan membumi, sesuai kebutuhan pasangan muda yang akan memasuki babak baru dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua hati, namun merupakan ikhtiar panjang membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan dipenuhi ketenteraman.
Dalam sesi awal, Rizki memaparkan fondasi keluarga sakinah, yang meliputi komunikasi efektif, kemampuan saling menghargai, dan pemahaman yang baik mengenai peran masing-masing dalam keluarga. Ia menegaskan bahwa cinta yang kuat harus diimbangi dengan komitmen dan kecakapan dalam mengelola dinamika rumah tangga. “Komunikasi yang baik dan saling menghormati adalah kunci. Keduanya akan menjadi energi positif yang menjaga keluarga tetap utuh,” ujarnya.
Materi kemudian dilanjutkan pada pembahasan mengenai pemenuhan kebutuhan psikologis pasangan. Rizki mengajak kedua calon mempelai untuk memahami bahwa hubungan yang sehat dibangun dari rasa aman, didukung, dan dihargai secara emosional. Pasangan perlu memiliki empati dan kesediaan untuk mendengarkan satu sama lain, terutama ketika berada dalam situasi yang penuh tantangan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta diberikan pemahaman mendalam terkait manajemen konflik rumah tangga. Rizki menekankan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun, kualitas rumah tangga ditentukan oleh cara pasangan menyelesaikan konflik tersebut. Ia memaparkan strategi komunikasi sehat, pentingnya menghindari sikap menyalahkan, serta bagaimana mencari solusi secara bersama-sama. “Konflik bukan untuk dihindari, tapi untuk dikelola. Ketika dihadapi dengan cara yang benar, konflik justru bisa memperkuat hubungan,” terangnya.
Tidak kalah penting, calon pengantin juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Rizki menjelaskan pentingnya menyusun anggaran, mengatur prioritas pengeluaran, serta menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan jangka panjang. Edukasi ini bertujuan membangun kemandirian finansial sejak awal pernikahan, sehingga pasangan mampu menciptakan stabilitas ekonomi yang menjadi penopang keharmonisan keluarga.
Sebagai penutup materi, Rizki memberikan arahan tentang persiapan membentuk generasi berkualitas. Ia menegaskan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak, sehingga calon orang tua harus siap menjadi teladan dalam akhlak, kedisiplinan, dan karakter. Pengantar mengenai pola asuh dan lingkungan keluarga yang kondusif disampaikan dengan penuh inspirasi, menggugah kedua calon mempelai untuk memikirkan visi jangka panjang keluarga mereka kelak.
Kegiatan bimbingan yang berlangsung selama beberapa jam ini terasa begitu bermakna bagi Sely dan Fitri. Selain menambah wawasan, forum tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk memahami arti komitmen dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.
Dengan adanya pembinaan pranikah ini, KUA Lumbir berharap setiap pasangan yang akan menikah dapat memasuki gerbang pernikahan dengan kesiapan lahir dan batin, serta mampu mengarungi kehidupan bersama dengan penuh kedewasaan, kerja sama, dan semangat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
