KUA Pantau Aspek Kehalalan di Dapur MBG Selanegara dan Kebokura
Banyumas – Dalam rangka memastikan standar kesehatan dan pemenuhan syariat Islam pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), KUA Sumpiuh melakukan monitoring intensif di dua titik dapur produksi, yakni titik Selanegara dan Kebokura 2. Rabu (04/02)
Hadir mewakili Kepala KUA Sumpiuh, Penyuluh Agama Islam Siti Nurkharisah Candrawati turun langsung meninjau proses pengolahan makanan. Kehadiran pihak KUA dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memberikan pertimbangan serta memastikan aspek kehalalan produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
Kegiatan monitoring ini tidak dilakukan sendiri. KUA Sumpiuh bersinergi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan program berjalan optimal dari segala sisi. Tim monitoring terdiri dari:
-
Pihak KUA Sumpiuh: Fokus pada edukasi dan pengawasan aspek kehalalan bahan serta proses.
-
Puskesmas Sumpiuh: Melakukan pengecekan standar gizi dan higienitas sanitasi.
-
Forkompincam Sumpiuh: Memastikan kelancaran operasional dan koordinasi kewilayahan.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab moral dan administratif untuk menjamin bahwa makanan yang didistribusikan tidak hanya bergizi dan sehat, tetapi juga terjamin kehalalannya (Halalan Thayyiban). Kami memberikan pertimbangan teknis mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajiannya," ujar Siti Nurkharisah di sela-sela kegiatan.
Dalam tinjauan di Dapur Selanegara dan Kebokura 2, Siti Nurkharisah menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi para penyedia jasa boga. Hal ini mencakup pemeriksaan sumber protein hewani, penggunaan bumbu masakan, hingga titik kritis dalam proses produksi yang berpotensi memengaruhi status kehalalan masakan.
Dengan adanya keterlibatan KUA dalam tim monitoring ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Sumpiuh dapat memberikan rasa aman dan berkah bagi seluruh penerima manfaat.
