KUA Soroti Keutamaan Istighfar Dalam Kajian Lubabul Hadits
Banyumas - KUA Rawalo kembali menggelar kajian keagamaan rutin dengan mengangkat tema keutamaan istighfar melalui pembahasan kitab Lubabul Hadits di Ruang Penyuluh. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Asmaul Husna oleh Masruin dilanjutkan dengan kajian Kitab Lubabul Hadits oleh Nasihudin. Keduanya adalah penyuluh agama Islam Kecamatan Rawalo yang mendapatkan tugas dari Kepala KUA Rawalo, Sakdolah, untuk melaksanakan kajian tersebut yang diikuti oleh para penyuluh agama, calon penghulu dan para staf KUA dari awal hingga akhir kajian. Kamis (11/12)
Dalam kajian tersebut, Nasihudin menekankan bahwa istighfar merupakan amalan sederhana namun memiliki keutamaan besar dalam kehidupan seorang muslim. Dijelaskan bahwa istighfar tidak hanya menjadi bentuk permohonan ampun atas dosa, tetapi juga menjadi pintu turunnya rahmat, ketenangan batin, serta kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan.
Melalui rujukan Lubabul Hadits, pemateri menguraikan beberapa hadis yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak istighfar, di antaranya janji Allah tentang ampunan, keluasan rezeki, dan datangnya solusi dari berbagai kesulitan. Jamaah diajak untuk menjadikan istighfar sebagai kebiasaan harian, tidak hanya dalam situasi sulit, tetapi juga dalam kondisi lapang.
Sakdolah menyampaikan bahwa kajian tematik seperti ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman umat terhadap ajaran Islam yang aplikatif. “Dengan memperbanyak istighfar, kita bukan hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga menata hati dan memperkuat karakter pribadi yang lebih tenang dan bersyukur,” ujar Sakdolah.
Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Melalui program pembinaan keagamaan berkelanjutan ini, KUA Rawalo berkomitmen untuk terus menghadirkan materi-materi yang relevan dan menginspirasi, sehingga syiar Islam semakin hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.
