HUT RI #81

KUA Tekankan Pentingnya Dukungan Jangka Panjang Bagi Pengantin Muda

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
11 Feb 2026
7x dibaca
SHARE

Banyumas - Pernikahan dini adalah sebuah fenomena yang semakin sering terjadi, meskipun banyak tantangan yang mengintai di dalamnya. Di Kemranjen, dua pengantin muda, Firman Apriansyah (18) dan Suji Dina Iswanti (20), baru saja menjalani pernikahan mereka. Dalam acara tersebut, Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, memberikan nasihat penting mengenai problematika yang sering dialami oleh pasangan yang menikah di usia muda. Rabu (11/02)

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pengantin muda adalah ketidaksiapan mental. Banyak pasangan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tanggung jawab yang datang dengan pernikahan, yang dapat menyebabkan stres atau depresi. Apriliyanto menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga dan masyarakat untuk membantu pasangan muda ini dalam mengatasi tantangan yang ada.

Selain itu, tantangan ekonomi menjadi faktor signifikan dalam pernikahan dini. Pengantin muda sering kali belum memiliki stabilitas finansial yang memadai, yang dapat memicu ketidakpastian dan tekanan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan keterampilan sangat diperlukan agar pasangan dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan mengurangi risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Masalah kesehatan reproduksi juga patut dicermati. Wanita yang menikah di usia muda berisiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan, baik bagi diri mereka sendiri maupun untuk janin. Tanggung jawab ini memerlukan perhatian serius dari pasangan untuk saling mendukung dan menjaga kesehatan satu sama lain.

Apriliyanto mengingatkan bahwa pernikahan dini sering kali mengakibatkan terputusnya pendidikan dan membatasi peluang karier. Oleh karena itu, penting bagi pasangan muda untuk tetap fokus pada pengembangan diri dan pendidikan, supaya mereka tidak hanya bergantung pada pernikahan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan dukungan jangka panjang, baik dari keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan pengantin muda dapat melewati ujian-ujian ini dengan baik. Kebersamaan dan saling mendukung antara pasangan menjadi kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Menghadapi tantangan pernikahan dini membutuhkan perencanaan, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk tumbuh bersama, sehingga pernikahan dapat bertahan dan berkembang dengan baik. (glh)