HUT RI #81

KUA Wangon Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi JFU dengan Penyuluh dalam Penyusunan Rencana Kerja Harian

K
KUA Wangon
23 Okt 2026
5x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 24-10-2026 21:20
SHARE

 

Wangon – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Jabatan Fungsional Umum (JFU) dan Penyuluh Agama Islam dalam pelaksanaan tugas, khususnya yang berkaitan dengan Rencana Kerja Harian (RKH). Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kegiatan administrasi perkantoran dengan program bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, setiap pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas secara terarah, efektif, dan bertanggung jawab. Jumat (23/10)

Dalam pelaksanaannya, koordinasi dilakukan untuk memastikan rencana kegiatan harian disusun sesuai tugas dan fungsi masing-masing pegawai. JFU dan penyuluh saling bertukar informasi mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan, agenda yang akan dikerjakan, serta kebutuhan pelaporan sebagai bagian dari tertib administrasi dan evaluasi kinerja. Sinergi tersebut diharapkan dapat meminimalkan kendala dalam pelaksanaan tugas sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Murti menyampaikan bahwa koordinasi antara JFU dan penyuluh memiliki peran penting dalam mendukung ketertiban administrasi dan pelaksanaan pekerjaan. “Rencana Kerja Harian perlu disusun dan dilaksanakan dengan cermat agar pekerjaan dapat terukur serta sesuai dengan tugas masing-masing. Melalui koordinasi yang baik, kegiatan administrasi dan penyuluhan dapat berjalan selaras sehingga hasil kerja lebih tertata,” ungkap Murti.

Senada dengan hal tersebut, Sarif dan Zain menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyusun serta merealisasikan RKH. Menurut keduanya, penyuluh perlu memastikan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat terlaksana sesuai rencana, disertai pencatatan dan pelaporan yang tertib. “Koordinasi membantu kami menyamakan pemahaman mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dan memastikan hasil pekerjaan terdokumentasi dengan baik. Dengan begitu, tugas penyuluhan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Sarif dan Zain.

Melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, KUA Wangon berupaya membangun budaya kerja yang disiplin, komunikatif, dan profesional. Rencana Kerja Harian tidak hanya menjadi pedoman pelaksanaan tugas, tetapi juga menjadi sarana untuk mengevaluasi capaian dan meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Dengan sinergi antara JFU dan Penyuluh Agama Islam, KUA Wangon diharapkan mampu menghadirkan pelayanan administrasi dan keagamaan yang semakin efektif, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Srf)