Lelah Jadi Lillah: Dedikasi Penyuluh KUA Somagede Disela Waktu Sore
Oleh HUMAS
Banyumas – Bagi Nuryati, pengabdian sebagai Penyuluh Agama Islam PPPK di KUA Somagede tidak berhenti saat jam kantor usai. Alih-alih langsung beristirahat, ia justru tancap gas menuju TPQ At-Taqwa untuk menemani generasi muda mengaji. Rabu (27/01)
Setiap Senin hingga Kamis, mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, Nuryati mendedikasikan energinya untuk membina para santri. Meski jadwal ini berhimpitan langsung dengan jam kerjanya yang padat, semangatnya seolah tak pernah kendur demi memastikan keberlangsungan pendidikan agama di wilayahnya.
Nuryati mengakui bahwa rasa lelah setelah seharian bekerja di kantor seketika sirna saat melihat antusiasme para santri. Baginya, interaksi dengan anak-anak yang semangat mengkaji Al-Qur'an adalah "obat" yang paling mujarab.
"Lelahnya bekerja seharian rasanya terobati saat melihat mereka semangat belajar," ungkapnya di sela kegiatan.
Kegiatan di TPQ At-Taqwa rutin diawali dengan:
* Melafalkan Doa Sebelum Belajar: Membangun niat dan fokus santri.
* Nadhom Asmaul Husna: Memperdalam pengenalan sifat-sifat Allah melalui lantunan yang syahdu.
Setelah pembukaan, para santri dibagi ke dalam tiga tingkatan kelas berdasarkan kemampuan bacaannya, yaitu Kelas Iqro, Kelas Juz Amma, dan Kelas Al-Qur'an. Hingga saat ini, proses belajar-mengajar masih menggunakan metode klasikal yang efektif dalam menjaga interaksi langsung antara guru dan murid.
Langkah konsisten yang dilakukan Nuryati ini menjadi bukti nyata bahwa peran Penyuluh Agama sangat krusial dalam membentuk karakter religius masyarakat, bahkan di luar jam kerja formal sekalipun. (Tim Humas KUA Somagede)
