Mahar Simbol Cinta Penghargaan dan Tanggung Jawab Suami dalam Pernikahan
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Dalam setiap akad nikah, mahar atau mas kawin memiliki makna yang sangat dalam dan penting. Mahar bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan simbol penghormatan, cinta, dan tanggung jawab seorang suami kepada istrinya. Di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, baru-baru ini, prosesi akad nikah mencerminkan nilai-nilai ini dengan jelas. Calon suami menyerahkan mahar berupa uang sebesar Rp. 500.000,- di hadapan penghulu, saksi, dan keluarga besar kedua mempelai. Senin (08/12)
Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan bahwa mahar adalah bentuk penghargaan dan niat baik dalam membangun rumah tangga. Ia menekankan, "Islam mengajarkan bahwa mahar adalah pemberian dari hati yang tulus, sebagai tanda kesungguhan seorang laki-laki untuk memimpin rumah tangga secara bertanggung jawab." Penjelasan ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman masyarakat tentang makna sebenarnya dari mahar.
Seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang mahar, banyak calon pengantin mulai menyadari bahwa mahar tidak harus bersifat mewah, melainkan harus bernilai ibadah. Hal ini memberikan gambaran positif mengenai layanan KUA Kemranjen yang humanis dan edukatif. Masyarakat diajarkan untuk melihat mahar sebagai representasi cinta dan komitmen jangka panjang dalam pernikahan.
KUA Kemranjen berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai sakral dalam setiap pernikahan. Pelayanan mereka yang humanis tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga memperdalam pemahaman akan pentingnya mahar dalam konteks pernikahan yang sehat dan penuh cinta. Dengan demikian, mahar menjadi lebih dari sekadar angka, tetapi sebuah janji yang diikat dengan cinta dan tanggung jawab yang hakiki. (az)
