HUT RI #81

Masjid Sabilul Muttaqin Pecikalan Wangon Hadirkan K.H. Muhammad Syauqi MZ

K
KUA Wangon
13 Mar 2026
37x dibaca
SHARE

Banyumas - Masjid Sabilul Muttaqin yang terletak di Grumbul Pecikalan, Desa Wangon, Kecamatan Wangon, menjadi pusat perhatian jemaah pada momen buka puasa bersama tahun ini. Acara yang berlangsung meriah namun tetap khidmat tersebut menghadirkan penceramah kondang, K.H. Muhammad Syauqi MZ, putra dari dai sejuta umat almarhum K.H. Zainuddin MZ. Kehadiran beliau magnet bagi masyarakat sekitar yang ingin melepas rindu akan gaya ceramah yang khas sekaligus menimba ilmu agama di tengah keberkahan bulan suci Ramadhan. Jum’at (13/03/26)

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan dengan tausiyah menjelang berbuka. Dalam ceramahnya, K.H. Muhammad Syauqi MZ mengajak para jemaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan peduli terhadap sesama. Suasana Masjid Sabilul Muttaqin tampak penuh sesak oleh warga yang antusias menyimak setiap pesan moral yang disampaikan dengan gaya bahasa yang lugas dan diselingi humor segar, mengingatkan banyak orang pada sosok ayahandanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ahmad Muttaqin selaku Penyuluh Agama Islam dari KUA Wangon. Kehadiran unsur KUA ini bertujuan untuk memberikan pendampingan sekaligus memperkuat sinergi antara tokoh agama nasional dengan kearifan lokal di wilayah Wangon. Ahmad Muttaqin mengapresiasi inisiatif pengurus masjid yang mampu menghadirkan tokoh kaliber nasional untuk memotivasi warga dalam meningkatkan kualitas ibadah dan ukhuwah islamiyah di tingkat pedesaan.

"Kehadiran K.H. Muhammad Syauqi MZ di Masjid Sabilul Muttaqin ini memberikan suntikan semangat spiritual yang luar biasa bagi warga Pecikalan. Sebagai penyuluh, kami melihat agenda seperti ini sangat efektif sebagai sarana edukasi keagamaan yang menyentuh hati masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, dan jemaah dalam suasana yang penuh keberkahan," ujar Ahmad Muttaqin di sela-sela acara.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh sang kiai, tepat sebelum azan magrib berkumandang. Setelah membatalkan puasa dengan takjil yang disediakan panitia, para jemaah melaksanakan salat magrib berjamaah. Pihak panitia berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan mendalam dan memicu semangat warga untuk lebih aktif memakmurkan masjid, tidak hanya selama bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. (jhr)