HUT RI #81

Membangun Sakinah dengan Prinsip Saling Melengkapi, Bukan Menuntut Kesempurnaan

K
KUA Purwokerto Timur
09 Des 2025
89x dibaca
SHARE

Purwokerto - Konsep keluarga sakinah atau keluarga yang tenteram, damai, dan bahagia, tidak hanya bertumpu pada ikatan pernikahan semata. Menurut para ahli hubungan dan konselor keluarga, fondasi terpenting dari keluarga sakinah adalah bagaimana pasangan menjalankan perannya sebagai sebuah kesatuan yang utuh dalam berpasangan. Selasa (09/12)

Rochyadi warga Kelurahan Kranji (47) dan Dini Muliani (46) warga Keluarahan Kranji mengikuti bimbingan perkawinan yang langsung dibimbing oleh Penyuluh Agama Islam Robiatun Nihayati.

Dalam bimbingannya Robiatun Nihayati menyampaikan bahwa inti dari pondasi ini berpusat pada tiga pilar utama: saling melengkapi, saling mengerti, dan saling memahami.

"Setelah menikah, fokus utama pasangan harus bergeser dari individualitas menuju kemitraan. Hal yang paling diutamakan adalah bagaimana suami dan istri mampu berfungsi sebagai satu kesatuan. Ini berarti aktif berupaya untuk mengisi dan menutupi kekurangan yang ada pada diri pasangannya," ujar Neha sapaan akrab Penyuluh Agama Islam asal Kelurahan Mersi ini.

Pesan kunci yang ditekankan dalam membangun keharmonisan adalah menghindari sikap menuntut kesempurnaan pasangan.
"Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada manusia yang sempurna, dan mencari atau menuntut pasangan yang sempurna adalah resep menuju kekecewaan," jelasnya lebih lanjut.

"Sikap saling melengkapi ini diwujudkan melalui penerimaan ikhlas yakni menerima kekurangan pasangan sebagai bagian integral dari dirinya. Selanjutnya dukungan proaktif yakni memberikan dukungan dan bantuan di area yang menjadi kelemahan pasangan. Terakhir adalah komunikasi empatik yaitu berbicara dari hati ke hati, berupaya memahami sudut pandang pasangan sebelum mengambil kesimpulan."

"Dengan memegang teguh prinsip bahwa hubungan adalah proses penyempurnaan bersama, bukan pencarian sosok ideal, pasangan dapat menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan penuh kedamaian—wujud nyata dari keluarga sakinah," pungkas Neha. (jw)