Memupuk Kepedulian, Penyuluh Kebase Sampaikan Pesan Ukhuwwah
Kebasen – Jamaah Masjid Baitul Mu’minin Kebasen kembali mengikuti kegiatan rutin Kajian Kitab Shahih Bukhari yang digelar ba’da salat Dhuhur. Kajian yang telah memasuki pertemuan ke-12 ini menghadirkan penceramah Burhanul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kebasen. Rabu (14/10)
Dalam tausiyahnya, Burhanul Ma’arif membedah salah satu hadits fundamental mengenai indikator kesempurnaan iman seorang muslim, yaitu kewajiban mencintai saudara sesama sebagaimana mencintai diri sendiri.
"Iman seseorang belum mencapai tingkat kesempurnaan apabila di dalam hatinya masih bersemayam sifat egois, iri, atau tidak peduli terhadap sesama. Menyayangi saudara sesama muslim dan mengharapkan kebaikan bagi mereka adalah cerminan dari hati yang bersih dan iman yang tulus," papar Burhanul Ma'arif di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai hadits tersebut dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Bentuk nyata dari pesan hadits ini meliputi saling mendoakan dalam kebaikan, menjauhi sifat dengki (hasad), serta saling mengulurkan tangan saat ada tetangga atau saudara yang membutuhkan bantuan.
Para jamaah tampak khusyuk menyimak pemaparan materi hingga akhir acara. Melalui kajian rutin mingguan setiap hari Rabu ini, diharapkan kualitas keimanan serta keharmonisan silaturahmi antarwarga di lingkungan Kecamatan Kebasen dapat terus terjalin dengan erat.
