Mengantar dengan Doa, Melepas dengan Bangga: Kisah Purnatugas Penuh Kenangan

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Kepala madrasah, Sudir, didampingi para wakil kepala madrasah (waka) serta sejumlah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), secara langsung mengantar purnatugas Maria Aisah ke kediamannya di wilayah Berkoh. Momen tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud ketulusan dan penghormatan atas dedikasi panjang yang telah beliau persembahkan untuk madrasah tercinta. Sabtu (28/02)

Selama kurang lebih 19 tahun pengabdian, Maria Aisah telah menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan madrasah. Jejak langkahnya tidak hanya terukir dalam administrasi dan kebijakan, tetapi juga dalam sentuhan hangat kepada rekan kerja serta bimbingan kepada para peserta didik. Dedikasi, keteladanan, dan komitmennya menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh civitas akademika.

Suasana haru begitu terasa ketika rombongan tiba di kediaman beliau. Silaturahim ini menjadi simbol bahwa purnatugas bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan bentuk pengembalian sosok guru dan pemimpin kepada keluarga tercinta. Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari wajah keluarga yang menyambut, seakan menegaskan bahwa pengabdian panjang di madrasah kini berlanjut dalam ruang pengabdian yang berbeda—di tengah keluarga dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah Sudir, menyampaikan pesan penuh makna. Beliau mengungkapkan bahwa masa purnatugas hendaknya menjadi fase yang lebih bermakna untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta.

“Semoga masa purnatugas ini menjadi waktu yang penuh keberkahan, lebih dekat dengan keluarga, serta tetap dapat mengabdi untuk masyarakat sekitar. Kami semua mendoakan agar Ibu senantiasa diberi kesehatan lahir dan batin,” tutur beliau dengan penuh ketulusan.

Kehadiran para waka dan GTK juga menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang terjalin selama ini. Kebersamaan yang terbangun dalam dinamika tugas dan tanggung jawab kini berubah menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Rasa terima kasih disampaikan secara langsung sebagai ungkapan penghargaan atas kerja keras, loyalitas, dan kontribusi nyata yang telah diberikan selama hampir dua dekade.

Silaturahim pengantaran purnatugas ini menjadi penegas bahwa keluarga besar madrasah tidak pernah benar-benar berpisah. Hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan kerja, melainkan persaudaraan yang akan terus terjaga. Semoga segala amal pengabdian Maria Aisah menjadi ladang pahala yang terus mengalir, dan masa purnatugas menjadi babak baru yang penuh kebahagiaan, kesehatan, serta keberkahan bersama keluarga dan masyarakat. (HumasMTsN3)