Meniti Jalan Menuju Surga: Kajian Hadis Arbain Nawawi Ke- 29
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Seusai menunaikan salat Dhuhur berjamaah, para jamaah Masjid Besar Baitul Mu’minin mengikuti kajian rutin mingguan yang mengupas kitab monumental, Hadis Arbain Nawawi. Pada pertemuan kali ini, kajian memasuki Hadis ke-29, sebuah hadis yang sangat komprehensif mengenai pintu-pintu kebaikan dan penjaga iman. Rabu (22/04)
Pemateri dalam kajian ini adalah Burhanul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam di wilayah Kecamatan Kebasen. Dalam penyampaiannya, diparkan dialog antara Rasulullah SAW dengan sahabat Muadz bin Jabal RA.
Beberapa poin krusial yang digarisbawahi oleh pemateri antara lain:
- Pintu-Pintu Kebaikan: Puasa sebagai perisai, sedekah yang menghapus dosa bak air memadamkan api, dan salat di tengah malam (Tahajud).
- Pokok Perkara: Bahwa pokok dari segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah Salat, dan puncaknya adalah Jihad.
- Kendalikan Lisan: Bagian yang paling ditekankan adalah wasiat Rasulullah SAW untuk menjaga lidah. Beliau menjelaskan bahwa banyak orang terjerumus ke neraka justru karena hasil "panen" dari ucapan mereka sendiri.
Disampaikan materi dengan gaya yang lugas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Di ingatkan bahwa di era digital ini, "lisan" bukan hanya apa yang diucapkan, tetapi juga apa yang diketik di media sosial. "Hadis ini adalah panduan lengkap. Tidak hanya mengajarkan kita cara masuk surga melalui ibadah ritual, tapi juga mengingatkan kita untuk tidak 'bocor' pahala karena lisan yang tidak terjaga.
