Menunggu Pasangan Pengantin, Penghulu Diskusi Keagamaan Bersama Tokoh Lokal
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Di tengah kesiapan untuk melangsungkan akad nikah Mufaddil dan Khoerunnida pada pukul 09.00 WIB, suasana di lokasi pernikahan mulai terasa hangat. Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, sudah tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dan bersiap untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh kesabaran. Selasa (09/12)
Sambil menunggu kedatangan mempelai yang ditunggu-tunggu, Apriliyanto tidak hanya menunggu dalam keheningan. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk berbincang ringan dengan tokoh agama dan masyarakat setempat yang juga hadir. Diskusi ini tidak hanya berkisar pada urusan pernikahan, tetapi juga mencakup berbagai aspek keagamaan dan kemasyarakatan. Kehadiran Gus Anam, pengasuh Pondok Pesantren At Taujieh Al Islami Randegan Leler, menambah kekayaan diskusi tersebut.
Pelayanan humanis yang diterapkan oleh KUA Kemranjen sangat terasa melalui pendekatan Apriliyanto. Dia berusaha menyentuh hati para tamu dan calon pengantin, menjadikan momen ini lebih dari sekadar rutinitas. Dalam dialog tersebut, mereka membahas pentingnya pernikahan dalam konteks sosial dan spiritual, serta bagaimana pemahaman keagamaan dapat memperkuat ikatan pasangan dan komunitas.
Saat waktu akad nikah semakin dekat, antusiasme di antara para tamu meningkat. Mereka sudah tidak sabar untuk menyaksikan Mufaddil dan Khoerunnida mengucapkan janji suci mereka. Suasana yang hangat dan penuh harapan ini menjadi cerminan betapa pentingnya momen-momen seperti ini dalam kehidupan masyarakat, memberi makna lebih dalam pada perjalanan hidup seorang calon pengantin.
Semoga pernikahan ini menjadi awal yang indah bagi Mufaddil dan Khoerunnida, serta menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Kemranjen untuk terus menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. (az).
