Menyemai Cahaya Generasi Muda Di Rakor BRUS
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di tengah derasnya arus zaman yang terus bergerak cepat, upaya menjaga generasi muda agar tetap berpegang pada nilai moral dan spiritual menjadi tanggung jawab bersama yang tak boleh terabaikan. Semangat itulah yang tampak dalam kegiatan Rapat Koordinasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di KUA Kebasen dan diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai wilayah. Senin (18/05)
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Taubah hadir dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda. Rapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Agus Setiawan yang memberikan arahan mengenai penguatan program BRUS sebagai langkah strategis dalam membentuk remaja yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki ketahanan moral di tengah tantangan zaman modern.
Suasana rakor berlangsung hangat namun penuh kesungguhan. Setiap peserta menyimak arahan dengan saksama, berdiskusi, dan saling bertukar gagasan tentang langkah-langkah pembinaan yang lebih efektif bagi remaja usia sekolah. Di balik forum koordinasi itu, tersimpan kegelisahan yang sama: bagaimana menjaga anak-anak bangsa agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya pengaruh negatif yang semakin mudah masuk melalui berbagai ruang kehidupan.
Muhammad Taubah memandang kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin kelembagaan, melainkan bagian dari perjuangan panjang menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda. Sebab remaja hari ini adalah wajah masa depan bangsa. Mereka bukan hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga sentuhan bimbingan yang mampu meneguhkan hati dan menjaga akhlak.
Program BRUS sendiri menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membangun ketahanan mental dan spiritual remaja. Melalui pendekatan edukatif dan keagamaan, para penyuluh agama diharapkan mampu hadir sebagai sahabat, pendengar, sekaligus pembimbing bagi para pelajar yang tengah mencari arah kehidupan.
Di ruang rapat yang sederhana itu, sesungguhnya sedang ditanam benih-benih harapan. Harapan agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kuat menghadapi zaman tanpa kehilangan iman dan kemanusiaannya. Dan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan para penyuluh agama, masa depan yang lebih teduh perlahan sedang dipersiapkan.
Karena sejatinya, membimbing remaja bukan hanya tentang menyampaikan nasihat. Ia adalah tentang menjaga cahaya dalam hati anak-anak bangsa agar tetap menyala, bahkan ketika dunia di luar sana terus berubah tanpa henti.
