Muhasabah di Udara: Penyuluh KUA Jatilawang Isi Mimbar RRI Purwokerto

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang melaksanakan kegiatan santapan rohani dalam program Mimbar Agama Islam di Radio Republik Indonesia Purwokerto. Kegiatan ini menjadi sarana dakwah dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui media radio. Senin (18/05)

Pada kesempatan tersebut, disampaikan materi bertema “Empat Tanda Kesengsaraan Menurut Ulama Salaf” yang mengajak pendengar untuk melakukan muhasabah diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam tausiyahnya dijelaskan empat tanda kesengsaraan hati, yaitu melupakan dosa-dosa masa lalu, sibuk mengingat kebaikan diri sendiri, selalu melihat orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia, serta merasa lebih baik dalam urusan agama dengan membandingkan diri kepada orang yang lebih rendah.

Melalui penyampaian yang santai namun penuh makna, pendengar diajak untuk memperbanyak taubat, menjaga keikhlasan amal, memperkuat rasa syukur, dan terus memperbaiki kualitas ibadah. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah merasa aman dari dosa maupun bangga terhadap amal yang telah dilakukan.

Kegiatan santapan rohani ini diharapkan mampu memberikan motivasi spiritual serta menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga hati dan memperkuat hubungan dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari.  (KgHann)