Merawat Kedekatan dengan Al-Quran, GTK MTsN 3 Banyumas Ikhtitamkan 30 Juz dalam Bingkai Syukur

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Silado — Setelah aktivitas pembelajaran murid berakhir, suasana MTs Negeri 3 Banyumas belum sepenuhnya beranjak dari aktivitas. Di tengah kesibukan para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), lantunan ayat suci Al-Qur’an kembali menggema dalam kegiatan Khatmil Qur’an. Kegiatan rutin ini menjadi salah satu ikhtiar madrasah untuk terus mendekatkan para GTK dengan Al-Qur’an, bukan sekadar sebagai bacaan, tetapi sebagai pedoman kehidupan yang senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan. Lebih dari sekadar rutinitas, khatmil Qur’an diharapkan menjadi jalan bagi keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas untuk menjadi bagian dari Ahlullah, yaitu orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan. Sabtu (08/08)

Kegiatan Khatmil Qur’an pada kesempatan tersebut dipimpin oleh Waka Kesiswaan MTs Negeri 3 Banyumas, Ibni Ali Arifin. Sebelum lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan bersama, kegiatan diawali dengan sesorah piweling atau nasihat dan penguatan dari Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh GTK untuk terus memperbanyak dzikir dan mengingat Allah SWT, terlebih memasuki penghujung bulan Shafar. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pergantian waktu dan bulan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai perubahan kalender, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi, memperbanyak amal kebaikan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam sesorahnya, Sudir juga memberikan wawasan mengenai adanya pemahaman di sebagian kelompok masyarakat Islam terkait Rebo Wekasan, yang dikenal sebagai hari Rabu terakhir pada bulan Shafar dan dalam sebagian tradisi dikaitkan dengan berbagai keyakinan mengenai datangnya bala atau musibah. Penyampaian tersebut diberikan sebagai wawasan agar GTK dapat memahami adanya beragam pandangan yang berkembang di tengah masyarakat. Terlepas dari berbagai pemahaman yang ada, beliau menekankan pentingnya seorang muslim untuk senantiasa menggantungkan perlindungan kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dzikir, dan memohon keselamatan dalam setiap keadaan. Perlindungan sejati bukan semata-mata karena waktu atau hari tertentu, melainkan karena pertolongan dan kehendak Allah SWT.

H. Sudir mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan ketenteraman hati. Karena itu, setiap muslim hendaknya membiasakan diri untuk memperbanyak doa dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di madrasah, di rumah, maupun di mana pun berada. Pesan tersebut sekaligus menjadi penguatan spiritual bagi para GTK agar kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan tetap diiringi dengan kedekatan kepada Allah SWT. Sebab, mendidik generasi bukan hanya membutuhkan kompetensi dan profesionalitas, tetapi juga keteladanan spiritual dari para pendidiknya.

Setelah sesi piweling dan penguatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan khatmil Qur’an bersama. Para GTK mulai melafalkan surat-surat dalam Juz 30 serta ayat-ayat pilihan yang telah ditentukan. Bacaan tersebut menjadi penutup rangkaian ikhtiar selama satu pekan, setelah sebelumnya para GTK secara bersama-sama menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an yang telah dibagi sesuai bagian masing-masing. Setiap ayat yang dilantunkan menjadi wujud syukur atas kesempatan, kesehatan, dan kelancaran yang diberikan Allah SWT sehingga seluruh rangkaian bacaan dapat diselesaikan dengan baik. Suasana pun terasa khidmat ketika suara para GTK berpadu dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Khatmil Qur’an di MTs Negeri 3 Banyumas akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan rutin setelah pembelajaran selesai. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan, kembali menyentuh Al-Qur’an, menguatkan hati, dan memperbarui niat dalam menjalankan pengabdian. Harapannya, kedekatan dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada selesainya satu kali khataman, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, ketika para pendidik dekat dengan Al-Qur’an, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan ikut terpancar dalam cara mendidik, melayani, membimbing, dan memberikan keteladanan kepada murid. Semoga lantunan ayat yang terus hidup di MTs Negeri 3 Banyumas menjadi jalan lahirnya GTK yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, menjadi Ahlullah, serta senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT dalam setiap langkah pengabdiannya.(HumasMTsN3)