Momen di Balai Nikah KUA Wangon Ini Bikin Kaget Para Calon Pengantin
Banyumas - Suasana di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon mendadak dipenuhi riuh tawa dan rasa takjub dari pasangan calon pengantin (catin). Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri yang rutin digelar ini menyajikan kejutan berbeda melalui penyampaian materi yang jauh dari kesan kaku. Pendekatan interaktif yang diterapkan pemateri sukses mengubah persepsi para peserta, yang semula mengira bimbingan pra-nikah hanyalah sekadar formalitas pengisian berkas administrasi semata. Jumat (23/10)
Sesi bimbingan pra-nikah tersebut dipandu langsung oleh Joharulloh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon. Dibandingkan menyampaikan ceramah teoretis yang membosankan, ia menghadirkan simulasi studi kasus serta gim pemetaan potensi konflik rumah tangga yang membedah realita pernikahan secara jujur. Pendekatan ini sengaja dirancang agar para calon pengantin menyadari pentingnya keterbukaan, manajemen emosi, dan kesiapan mental sebelum melangkah menuju akad nikah.
Di tengah jalannya bimbingan, pemateri memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi kokoh dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. "Banyak calon pengantin yang belum tahu bahwa kesiapan fisik dan finansial saja tidak cukup tanpa dibekali ketahanan mental serta literasi konflik. Melalui momentum di Balai Nikah ini, kami sengaja memberi kejutan materi yang riel agar mereka sadar bahwa ego harus ditekan dan komunikasi harus dibuka lebar-lebar sejak hari pertama menikah," tegas Joharulloh di hadapan para peserta.
Momen pembelajaran berbasis simulasi interaktif tersebut memberikan kesan yang sangat mendalam dan tak terduga bagi para calon pengantin. Adhi, seorang calon pengantin asal Cilacap yang berencana melangsungkan pernikahan di wilayah Wangon, mengaku kaget sekaligus sangat bersyukur bisa mengikuti sesi pembekalan tersebut. "Jujur saya kaget banget, awalnya saya kira Bimwin itu cuma duduk mendengarkan ceramah panjang yang bikin ngantuk. Tapi ternyata seru sekali, banyak hal praktis yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh saya dan calon istri dalam mengelola emosi serta masalah rumah tangga kelak," ungkap Adhi penuh antusias.
Terobosan metode bimbingan pra-nikah di Balai Nikah KUA Wangon ini membuktikan komitmen kuat lembaga dalam membekali calon pengantin secara holistik. Pihak KUA Wangon berharap seluruh pasangan yang telah mendapatkan pembekalan ini dapat membentengi rumah tangga mereka dari risiko perselisihan dan perceraian. Dengan kesiapan yang matang, para calon pengantin diharapkan mampu mengarungi bahtera rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berakhlak mulia. (jhr)
