MT Cinta Islam Cikakak Sulap Minyak Jelantah Jadi Kas Pengajian
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Melalui program penyuluhan bidang pembinaan ekonomi umat, Majelis Taklim Cinta Islam Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, berhasil menciptakan terobosan kreatif dalam kemandirian finansial organisasi. Selama lebih dari satu tahun terakhir, para jamaah aktif menjalankan gerakan pengumpulan minyak goreng bekas atau minyak jelantah. Program ini tidak hanya menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan perekonomian umat berbasis majelis taklim, tetapi juga menjadi aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan desa. Senin (19/05)
Minyak jelantah rumah tangga yang biasanya langsung dibuang dan berpotensi mengotori saluran air atau merusak kesuburan tanah, kini ditampung secara kolektif oleh para ibu-ibu jamaah. Setiap selesai memasak, mereka menyisihkan limbah minyak tersebut ke dalam wadah khusus. Setelah volume minyak yang terkumpul dirasa sudah cukup banyak, limbah yang telah diorganisir tersebut kemudian dijual secara resmi ke lembaga pengolahan biodiesel untuk didaur ulang menjadi energi terbarukan.
Langkah produktif ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi internal organisasi. Hasil penjualan dari minyak jelantah tersebut 100% masuk ke dalam kas Majelis Taklim Cinta Islam. Dana yang terkumpul dari hasil kreativitas ini kemudian dialokasikan kembali untuk membiayai berbagai kegiatan keagamaan, pengadaan fasilitas operasional pengajian, hingga penyaluran bantuan sosial.
Inovasi ini mendapat respon yang sangat positif dari para anggotanya karena dirasa ringan namun berdampak besar. Manfaat dari konsistensi program yang sudah berjalan setahun lebih ini dirasakan langsung oleh internal jamaah dalam mendukung kegiatan syiar Islam tanpa harus selalu membebani anggota dengan iuran bulanan.
"Awalnya kami tidak menyangka minyak bekas yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa menghasilkan uang. Alhamdulilah, sudah setahun lebih berjalan dan hasilnya sangat membantu keuangan majelis taklim. Sekarang kalau mau mengadakan kegiatan sosial atau membeli perlengkapan pengajian, kami tidak bingung lagi karena kas selalu terisi dari hasil penjualan jelantah ini," ungkap Sulastri, salah seorang anggota aktif Majelis Taklim Cinta Islam.
Keberhasilan Majelis Taklim Cinta Islam Desa Cikakak ini diharapkan dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi majelis taklim lainnya di wilayah Kabupaten Banyumas. Melalui pendampingan dari Penyuluh Agama Islam fungsional, penguatan ekonomi umat berbasis lingkungan seperti ini membuktikan bahwa lembaga keagamaan di tingkat desa mampu mandiri secara finansial sekaligus menjadi agen perubahan yang menjaga kelestarian bumi. (jhr)
