Tingkatkan Profesionalisme, Perwakilan PGRI Banyumas Ikuti Pelatihan Penulisan Best Practice FPGL di Semarang

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE

Banyumas – Dalam rangka memacu budaya literasi dan memantapkan pengembangan profesi guru, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Pengukuhan dan Pelatihan Penulisan Best Practice Forum Pena Guru Literasi (FPGL) PGRI Jawa Tengah Masa Bakti XXIII Tahun 2026. Kegiatan bergengsi ini bertempat di Wisma P4G Kampus II Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jalan Sriwijaya No. 33, Semarang. Acara pelatihan berlangsung produktif dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Sabtu (16/05)

Acara yang mengusung tema "Dari Kelas Ke Tulisan, Guru Berkarya Pendidikan Berdaya" ini dihadiri oleh perwakilan guru pilihan dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Pengurus Kabupaten PGRI Banyumas mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti pelatihan intensif ini , salah satunya adalah Sri Indriyati, yang merupakan guru dari Satuan Kerja MTs N 2 Banyumas sekaligus perwakilan dari PGRI Ranting VII Tambak. 

Pelatihan ini bertujuan agar para guru mampu menuangkan pengalaman terbaik mereka selama mengajar di kelas menjadi sebuah karya tulis ilmiah yang terstruktur, berkualitas, dan memiliki daya guna tinggi bagi perkembangan dunia pendidikan. "Pelatihan Best Practice yang diselenggarakan oleh FPGL PGRI Jawa Tengah ini sangat luar biasa dan memberikan pencerahan baru bagi kami para guru di daerah. Di sini, kami dibimbing untuk mengonversi pengalaman mengajar sehari-hari di kelas menjadi sebuah karya tulis yang sistematis dan ilmiah. Saya berharap, ilmu dan metodologi yang saya dapatkan dari Semarang ini bisa segera diseminasikan serta diterapkan bersama rekan-rekan pendidik di Banyumas, khususnya di lingkungan madrasah, demi memajukan mutu literasi dan kualitas pembelajaran," ujar Sri Indriyati di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi. Dalam pengarahannya, beliau menegaskan bahwa organisasi PGRI berkomitmen penuh untuk menjadi payung utama dan fasilitator bagi seluruh guru dalam meningkatkan kompetensi serta karier akademiknya. 

"Semua aktivitas pengembangan diri akan diwadahi PGRI. Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Jawa Tengah memiliki ruang, kesempatan, dan pendampingan yang mumpuni untuk terus berkarya. Melalui FPGL ini, kita konversikan praktik-praktik baik di dalam ruang kelas menjadi tulisan ilmiah yang menginspirasi dan menguatkan mutu pendidikan kita," tegas Muhdi. 

Keikutsertaan perwakilan guru dalam ajang tingkat provinsi ini turut memantik apresiasi dan kebanggaan di tingkat pemangku wilayah asal. Ketua Ranting VII PGRI, Nikmatulloh, menyampaikan dukungannya yang luar biasa atas keterwakilan pengurus dalam kegiatan literasi tingkat Jawa Tengah tersebut.

"Kami di tingkat ranting sangat bangga dan mendukung penuh keikutsertaan Ibu Sri Indriyati dalam pelatihan Best Practice FPGL ini. Langkah ini menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami semua di daerah. Semoga ilmu yang diperoleh di Semarang dapat ditularkan kepada rekan-rekan guru lainnya, sehingga budaya menulis dan literasi ini bisa mengakar kuat, mulai dari tingkat ranting demi kemajuan anak didik," ungkap Nikmatulloh, dengan penuh optimisme.(Ning/twm)